Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 06:40 WIB
Surabaya
--°C

Babi Bebek

KEMPALAN: KELIHATANNYA ini memuji, tapi menyakitkan. Terutama bagi yang dituju. “Nah, ini dia. Baru pas. drh Indro bicara soal virus PMK sapi. Bukan virus Covid-19,” tulis seorang yang Anda sudah tahu.

Maksudnya: dokter hewan itu harus bicara tentang sakitnya hewan. Bukan tentang penyakit yang menyerang manusia seperti virus Covid.

Memang, ketika drh Indro Cahyono mengungkapkan penelitiannya tentang PMK, tidak ada yang sewot. Umumnya memuji. Kecuali mungkin, para penanggungjawabnya saja.

drh Indro lah yang pertama meneliti bahwa PMK sudah masuk Indonesia. Itu berarti Indonesia sudah bukan negara bebas PMK lagi. Di Jatim misalnya, sudah merata. Semua kabupaten sudah terjangkiti.

Itu berbeda ketika drh Indro banyak bicara soal virus Covid dulu. Ia digebuki. Diejek. Dihina. Dilecehkan. Terutama: diremehkan.

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua

Tapi reaksi Indro cuek bebek goreng. “Itu sudah makanan saya sehari-hari. Puluhan tahun. Kalau saya pedulikan itu saya tidak bisa jadi peneliti,” ujarnya.

Indro sangat memaklumi sikap umum masyarakat seperti itu. Ia tidak marah. Ia tidak gelisah. “Mereka kan tidak tahu bahwa prinsip virus itu sama. Yang menyerang manusia kek, yang menyerang hewan kek, prinsipnya sama. Bahkan pun virus yang menyerang tanaman,” katanya.

Maka Indro pilih menulis buku. Tentang virus. Khususnya Covid-19. Baru saja terbit. Pekan lalu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.