Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 10:42 WIB
Surabaya
--°C

Pemimpinnya Ditangkap, Kashmir Langsung Ricuh

Ilustrasi Kericuhan Kashmir-India-CNN

NEW DELHI-KEMPALAN: Setidaknya 10 orang telah terbunuh di Kashmir setelah pengadilan India menetapkan Yasin Malik yang merupakan pimpinan Pro-Kemerdekaan Kashmir dengan hukuman seumur hidup.

Pada hari Jumat (27/5), kepolisian Kashmir dikatakan telah membunuh 4 orang suspek pemberontak Kashmir di dua tempat berbeda.

Sebelumnya pada Kamis (26/5), terdapat 6 orang suspek pemberontak Kashmir yang dibunuh setelah mereka menembak petugas polisi dan presenter TV berumur 35 tahun.

“Tiga militan dari masing-masing kelompok Jaish-e-Muhammad dan Lashkar-e-Taiba telah terbunuh di dua tempat berbeda. Kami juga kehilangan seorang petugas” ucap perwakilan kepolisian Kashmir.

Kemudian juga 10 orang ditangkap ketika sedang melakukan protes Anti-India pada saat Rabu (25/5).

Yasin Malik ditangkap pada tahun 2019 dengan tuduhan tindakan terorisme—dan baru dikenakan hukuman pada Rabu (25/5).

Bahkan sebelum Rabu, banyak anggota dari organisasi buatan Yasin Malik yaitu Jammu and Kashmir Liberation Front (JKLF) yang berkumpul di depan rumah Malik—sembari meneriakkan ‘Kami ingin Kebebasan’ dan ‘Enyahlah India’.

Masjid Agung Srinagar—masjid berumur 600 tahun yang menjadi salah satu tempat populer protes Anti-India juga pada hari ditutup.

Bahkan Solat Jumat ditiadakan untuk hari ini.

“Banyak orang—terutama orang dewasa, perempuan dan anak-anak yang sudah datang jauh-jauh ke Masjid Srinagar—dan kecewa karena sudah dikunci oleh pemerintah India” ucap Manajemen Masjid Srinagar.

Secara total, konflik antara Kashmir-India sudah menelan lebih dari 10 ribu warga sipil, pemberontak dan polisi dari kedua pihak.

India masih mengatakan bahwa Kashmir adalah daerah yang berisikan pemberontak dengan dana Pakistan—namun Kashmir dan Pakistan menolak tuduhan tersebut.

Banyak warga Kashmir yang mengatakan bahwa mereka memang memiliki hak untuk memerdekakan dirinya dari India—bahkan tanpa bantuan dari pihak lain.

 

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.