Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 15:20 WIB
Surabaya
--°C

Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia

Sebenarnya kami janji bertemu minggu lalu, namun batal. Sehari sebelum pertemuan, Nuim kirim pesan di WhatsApp. Dia mendadak pilek hari itu. Di Melbourne, dan pada umumnya kota-kota di Australia yang kasus Covid-19nya masih tinggi riskan berinteraksi dalam kondisi kesehatan seperti itu. Walaupun di Australia kini sudah bebas, tidak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat, namun ada juga masyarakat yang fanatik masih memberlakukan persyaratan rapid Test Antigen sebelum menghadiri pertemuan.

Berkaca pada alasan itu, saya pun membawa tiga kit Swab Antigen ke resto, siang itu. Tapi Nuim tidak mau menggunakan. Alasannya karena baru semalam dia diswab Antigen. “ Jangan khawatir, saya setiap hari test. Vaksin saya sudah tiga kali, malah bersiap yang keempat,” jelasnya seperti membaca pikiran saya.

BACA JUGA  Pangdam Brawijaya Cek Lokasi Yonif Tempur dan Jembatan Perintis Garuda: Benteng Ekonomi Rakyat di Ponorogo

Vaksin ke 4?

“Iya khusus untuk lansia usia 70 tahun ke atas.”

BACA JUGA: Melbourne Kota Ternyaman Dunia namun Kejam bagi Perokok

Saya dan istri tetap lanjutkan test Antigen di resto itu. Hasilnya, syukur, negatif. Makna Test Antigen sekarang sekaligus menunjukkan penghormatan kepada pihak yang diajak pertemuan. Pernyataan komit pada perasaan nyaman dan aman karena kami berikhtiar melindunginya juga. Dampaknya, memang yang panen dan bertambah kaya, tentu perusahaan farmacy di mana pun. Test Antigen di sini mahal. Test PCR nya AUD 145 (Rp.1,5 juta).

Nuim Khaiyath memulai kariernya di dunia jurnalistik pada 1964 dengan bekerja pertama kali di BBC London. Kontraknya lima tahun tapi waktu itu dia hanya jalani tiga tahun. Kemudian pindah bekerja di Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia (RASI) 1967-1970. Tahun 1970 kembali lagi ke BBC London. Menghabiskan sisa dua tahun kontraknya terdahulu hingga tahun 1972. Lalu kembali lagi ke RASI dan bekerja hingga pensiun di tahun 2014.

BACA JUGA  Akhir BRI Liga 1: Persib Bertahta, Borneo FC Kesatria Tanpa Mahkota
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.