Minggu, 26 April 2026, pukul : 03:24 WIB
Surabaya
--°C

一百二十

Ia pun membuat teh. Di belakang meja praktiknya, memang ada teko kecil dan beberapa mangkuk kecil. Ia masukkan Chinese tea ke teko itu. Ia tuangkan air mendidih dari boiler kecil. Ia tuangkan air teh itu ke mangkuk-mangkuk kecil.

Istrinya ikut ngobrol. Tidak ikut minum.

Sambil minum teh, saya minta cerita tentang kliniknya itu. Yang selama pandemi memiliki keunggulan: tidak perlu opname. Ia lakukan penanganan baru: satu hari selesai. “Ternyata orang senang. Selama pandemi, orang takut opname di RS,” katanya.

Ngobrol selesai. Saya harus tahu diri. Jadwal Ben Chua ketat.

BACA JUGA: Sawit Siklus

Saya pun pamit. Yang penting kini saya sudah tahu ke alamat mana kalau saya harus mencarinya.

“Punya waktu?” tanyanya. Tentu saya punya waktu. Harusnya saya yang bertanya begitu padanya.

“Ada apa?” tanya saya balik.

“Kalau mau, saya lakukan MRI. Saya ingin lihat apakah Anda baik-baik saja,” katanya.

“Hahaha… Mau!” jawab saya.

Mesin MRI itu disiapkan. Masih kelihatan baru. Dipasang dua tahun lalu. “Waktu itu, jenis ini, hanya ada 4 di dunia,” katanya.

Jenis alat itu semua dokter tahu: Philips Azurion 7 C20 FlexArm. Populer dengan nama hybrid operating theatre atau angiosuite. Di Amerika disebut Office Based Labs (OBLs) atau Office-Based Cath Lab.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.