Minggu, 26 April 2026, pukul : 05:12 WIB
Surabaya
--°C

Desain 2010 dan 2018 JIS itu Beda, Keduanya Rancangan Kami

Wawancara Khusus Prasetyoadi (Tiyok), IAI, IAP, GP, arsitek Jakarta International Stadium (JIS):

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan semringah. Wajah pria kelahiran 7 Mei 1969 terlihat cerah pada Selasa, 19 April 2022 silam. Maklum, mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov), dia kebagian tugas menggelar acara soft launching sekaligus laga final International Youth Championship (IYC), mempertemukan klub Spanyol Atletico Madrid U-18 melawan Barcelona U-18 di Jakarta International Stadium (JIS).

Skuat Los Cules (Barcelona) akhirnya memenangkan pertandingan pamungkas. Klub bermarkas di Nou Camp sukses menekuk Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang kemenangan Blaugrana dicetak Xavier Moreno Hernandez pada laga baru berjalan kurang dari satu menit.

“Karya yang tak hanya setaraf nasional, tetapi juga mendunia,” kata Anies membanggakan JIS dalam unggahan akun Instagram @aniesbaswedan, Rabu, 20 April 2022.

Perancang desain JIS adalah Prasetyoadi. Pria akrab dipanggil Tiyok mengaku bangga bisa mendesain stadion berkapasitas 82 ribu tempat duduk. Redaksi KBA News berkesempatan mewawancarai founders Green Building Indonesia melalui layanan aplikasi pesan.

Berikut kutipan wawancara KBA News dengan Prasetyoadi:

Bagaimana awalnya mas Tiyok ditunjuk jadi desainer JIS, termasuk tanggal bulan tahunnya?

Awalnya sebagai pemenang sayembara yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI (Dinas Pemuda & Olahraga DKI Jakarta) dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta pada awal tahun 2010. Dilanjutkan ke tahap detail desain bersama pemenang tender waktu itu, PT. Arkonin. Pada saat itu terkendala lahan sehingga proyek ditunda. Pada Desember 2018, bersama PT. Jakarta Konsulindo untuk merancang ulang dengan perubahan kriteria; jumlah penonton serta atap stadion yang bisa dibuka tutup, menghilangkan track atletik. Pada bulan Mei 2019, kami diajak bergabung KSO pemenang tender untuk menyelesaikan pengembangan desain dari basic design yang sudah dikerjakan.

Mas Tiyok mendesain sendiri atau keroyokan dengan tim di PT Pandega Desain Weharima (PDW)?

Dengan tim PDW; desain awal tim sayembara 4-5 org; Gito Wibowo, Dyah Fatma dan Noer Hidayat Adham, yang dibangun dengan Gito Wibowo, Reza Kaedy dan Deni Desvianto, dan beberapa tim pendukung.

Bisakah diceritakan bagaimana proses kreatifnya dulu hingga hasilnya seperti sekarang? Perlu berapa lama berjalan proses kreatif itu?

Proses kreatif dimulai sejak 2010, konsep utamanya adaptasi dari budaya Betawi sekaligus merayakan keberagaman Jakarta sebagai kota milik semua. Bentuk dinamis melingkar, selain bentuk dasar stadion, melambangkan kegiatan olahraga yang dinamis. Pada saat perubahan desain tahun 2018, selubung stadion diubah karena kapasitas bertambah signifikan. Selubung bangunan yang dinamis ditambah dengan permainan lampu LED dan perforated panel (panel tembus) dari penutup selubung. Hal lain yang penting, stadion jadi ruang publik saat tidak dipakai pertandingan dan bisa dipakai masyarakat untuk kegiatan rekreasi dan olahraga. Mengembalikan fungsi sesuai peruntukan taman.

Adakah hal-hal menarik dan berkesan Anda alami atau terjadi di tengah proses kreatif itu?

Perubahan desain mengikuti perkembangan jaman merupakan tantangan yang menarik dari proses kreatif ini. Proses kreatif harus selaras dengan standar olahraga internasional dan persyaratan teknis. Kerja sama dengan insinyur-insinyur dan kontraktor jadi hal penting dalam kesuksesan pembangunan stadion ini.

Saat ini laporan media asing menyebutkan JIS adalah stadion terbesar nomor 7 terbesar di dunia. Bagaimana perasaan Anda?

Tentu sebagai penggagas desain/rancangan merasa bangga, karyanya masuk kategori stadion terbesar. Dari sisi stadion buka – tutup , JIS terbesar di dunia.

Selama proses kreatif tadi, apakah pernah bertemu membahas atau mendiskusikannya dengan Anies Baswedan? Gimana ceritanya mas?

Tidak pernah bertemu langsung membahas, kami berdiskusi lewat Jakarta Konsulindo untuk tahap basic design, di tahap pelaksanaan di lapangan, informasi lewat Jakarta Propertindo dan Kerja Sama Operasi (KSO)

Mas saya ko punya feeling saat duduk di bangku yang tersusun tiga di JIS nuansanya Persija banget sementara dari luar warna stadion putih, warna favorit atau?

Warna luar sebenarnya lebih ke abu-abu, sesuai warna material yang digunakan, enamel  Merupakan bahan yang ekonomis dan efisien serta membuat stadion bisa ‘bernafas’ mengalirkan udara melalui celah-celahnya. Bentuk dan warna yang monokrom membuat stadion kelihatan elegan di siang hari, namun dapat berwarnawarni di malam hari.

Belum lama dibangun JIS sudah dipakai di pertandingan bertaraf internasional seperti International Youth Championship (IYC) kemarin. Bagaimana tanggapan mas?

Turnamen internasional IYC sangat baik untuk penggunaan sebelum digunakan secara penuh untuk turnamen yang lebih besar. Ujian sebenarnya adalah ketika Jakarta International Stadium (JIS) dipakai untuk kompetisi berkala dan pertandingan internasional dengan kapasitas penuh. Bagaimana pengelola bisa mengendalikan penonton dan pengguna stadion.

Konsep urban building di JIS apa yg diterapkan di JIS selain ‘bisa bernafas’?

Konsep urban, akses dengan transportasi umum massal, ruang publik, dan taman.

Desain 2010 dan 2018 berbeda. Apakah keduanya yg rancang mas Tiyok?

Keduanya rancangan saya dan tim PDW yang saya sebutkan sebelumnya. 2018 dengan konsep desain Gito Wibowo, arsitek proyek Deni Desvianto, Reza Kaedy, dan Dicky Andeska.

Soal net zero healthy, hal apa saja yg sudah diterapkan dalam desain di JIS?

Ventilasi alami, ruangan yg berpendingin udara dibatasi, solar PV (penggunaan teknologi tenaga surya) di atap sampai dengan 5% dari kebutuhan listrik, dengan kemungkinan ditambah, mengandalkan transportasi publik.

Sertifikat apa saja yang sudah dikantongi JIS dalam hal Green Building?

Greenship New Building Platinum untuk Pengakuan Desain (design recognition). Sertifikat ini diberikan lembaga Green Building Council Indonesia (GBCI). Greenship Building dibagi menjadi dua. Pertama yakni tahap design recognition, yang diakui baru desain sebelum dibangun. Kedua yakni tahap full assessment, setelah bangunan selesai konstruksi dan beroperasi.

Full Assesssmentnya kapan mas? Setelah diserahterima dari Pemprov atau gimana?

6 bulan setelah selesai konstruksi harusnya. Kalau menurut jadwal September – Oktober 2022 ini.

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.