SURABAYA-KEMPALAN: Tim tenis meja Surabaya ditargetkan merebut dua keping medali emas di Porprov Jatim VII/2022 yang akan digelar pada 25 Juni hingga 3 Juli mendatang.
“Target dua medali emas itu dari KONI Kota Surabaya,’ kata Arif Ariyanto, salah satu pelatih tim tenis meja Kota Surabaya, Rabu (11/5).
Kendati demikian, Arif mengaku optimistis target tersebut dapat terealisasi. Pasalnya, dia melihat tim tenis meja yang akan turun di Porprov VII mendatang lebih siap dibanding tim yang diterjunkan pada Porprov VI/2019 lalu.
“Kalau pada Porprov 2019 lalu Kota Surabaya hanya mampu meraih satu medali perak, maka kali ini saya optimistis bisa mendapatkan medali emas seperti yang ditargetkan KONI Kota Surabaya,” ujar mantan pelatih SEA Games Timor Leste ini.
Menurut Arif, dua keping medali emas itu dipredikasi bakal didapat dari nomor ganda campuran dan ganda putra. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan menambah satu medali emas lagi dari nomor tunggal putri.
Malah, lanjut Arif, ia berharap tim tenis meja Kota Surabaya bisa kembali berjaya seperti pada Porprov 2015. Kala itu, Kota Surabaya sukses merebut empat keping medali emas.
“Memang tidak mudah, mengingat kekuatan tenis meja sekarang ini sudah hampir merata di semua daerah. Tinggal siapa yang paling siap, itulah yang berpeluang meraih medali di Porprov nanti,” ungkapnya.
Tim tenis meja Kota Surabaya sendiri sudah melaksanakan Puslatcab sejak Februari 2022 lalu. Ada 10 atlet yang masuk dalam Puslatcab, masing-masing lima atlet putra dan lima atlet putri. Mereka ditangani trio pelatih, yakni Heri Purnomo, Arif Ariyanto, dan Achmad Fauky.
Jika sebelum lebaran mereka berlatih dua kali seminggu di Gelanggang Remaja Surabaya, maka setelah lebaran latihan digeser ke Kapas Kerampung Plaza (Kaza). Jadwalnya tetap, dua kali seminggu pada hari Sabtu dan Minggu, pukul 15.30 hingga 19.00 WIB.
“Kami juga berencana melakukan try out ke beberapa daerah, seperti yang dilakukan tim tenis meja dari daerah lain. Sayangnya, program ini belum bisa berjalan maksimal lantaran masih terkendala dana,” terang Arif.
Padahal, menurut Arif, program try out ini sangat penting. Selain untuk mengukur kekuatan anak asuhannya, program ini sekaligus dimaksudkan untuk menambah pengalaman bertanding atau jam terbang sebelum tampil resmi di Porprov VII/2022 Jatim. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi