Senin, 22 Juni 2026, pukul : 03:49 WIB
Surabaya
--°C

Anies Ibarat Batu Karang di Lautan

KEMPALAN: Sesungguhnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di permukaan bumi baik itu di darat maupun di lautan adalah tanda tanda kehidupan bagi mereka yang mau berpikir. Begitulah siklus kehidupan akan selalu terjadi, semua tidak terlepas dari kejadian kosmis yang menjadi sunnatullah.

Setiap kebaikan pasti akan ditentang oleh mereka yang selama ini diuntungkan oleh ketidakbaikan, setiap kebaikan yang ada akan selalu dianggap sebagai sebuah ancaman bagi mereka yang selama ini sedang berproses dalam ketidakbaikan.

Fenomena inilah yang terjadi kepada Anies Baswedan. Anies begitulah orang menyapanya, sejak kemunculannya menjadi Gubernur DKI Jakarta, sudah mulai dianggap sebagai ancaman, karena kebijakan – kebijakannya yang melawan ketidak baikan. Fatalnya ketidak baikan yang dilawan Anies adalah ketidak baikan yang sedang dipraktikkan oleh penguasa istana bersama oligarki. Sehingga lengkaplah sudah penguasa istana dan oligarki memusuhi Anies.

BACA JUGA  Meniru Resep Sukses Kesebelasan Jepang

Segala upaya dilakukan oleh penguasa jahat istana dan oligarki untuk menghancurkan Anies, uang negara dihamburkan untuk membiayai buzzerRp pengkhianat reformasi, konon nilainya hampir 100 M. Cara cara kotor, licik dan Machiavelis, menghalalkan segala cara dilakukan, tak lagi malu, nilai etik dan moral berdemokrasi, tak lagi penting, yang ada adalah Anies tak boleh jadi presiden.

BACA JUGA: Jokowi Beri Dukungan Anies

Upaya-upaya kotor itu, Hari-hari ini semakin gencar dilakukan seiring dengan menguatnya popularitas dan elektabilitas Anies, hal yang sama tidak terjadi pada Ganjar Pranowo dan Prabowo. Anies telah dianggap sebagai musuh bersama penguasa istana jahat dan oligarki, Anies dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan praktik busuk yang sedang mereka lakukan.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Ganjar dan Prabowo bukanlah ancaman bagi mereka, meski mereka bersama Anies selalu menduduki puncak popularitas dan elektabilitas dalam berbagai survey. Hal ini bisa terjadi karena Ganjar dan Prabowo sudah dianggap sebagai bagian dari mereka. Berbeda dengan 2019, ketika Prabowo dianggap tidak berada dilingkaran mereka. Semenjak Prabowo bergabung dalam koalisi pemerintahan, Prabowo tak dianggap lagi sebagai ancaman. Ganjar apalagi, tak akan diperhitungkan sebagai sebuah ancaman. Karena Ganjar jelas sudah bisa diajak bekerja sama seperti yang terjadi pada kasus Wadas.

Anies adalah fenomena gerakan perubahan, Anies telah menjadi simbol gerakan perlawanan terhadap kejahatan oligarki dan penguasa rakus. Sehingga Anies harus dikuntit, dicari kesalahan dan kelemahannya lalu dihabisi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.