Menu

Mode Gelap

kempalanews · 10 Mei 2022 19:45 WIB ·

Cerita Warga Indonesia yang Lolos dari Chernihiv setelah Bersembunyi di Bunker


					Iskandar-Aljazeera Perbesar

Iskandar-Aljazeera

CHERNIHIV-KEMPALAN: Total sembilan orang pekerja dari Indonesia yang bekerja di pabrik plastik Chernihiv terjebak di tengah Operasi Militer Rusia di Ukraina sejak 24 Februari silam.

Dalam ceritanya, Iskandar yang berumur 46 tahun yang bekerja sebagai quality control di pabrik plastik mengatakan bahwa ia hanya memiliki 10% kemungkinan untuk hidup.

Ia bertahan di sebuah bunker—bersama dengan 9 orang Indonesia lainnya dan 2 orang Nepal.

Anaknya yang bernama Aris juga ikut terjebak dalam bunker tersebut.

Iskandar mengatakan bahwa ia awalnya tidak tahu apa-apa, namun ketika ia sedang melihat video ketika Putin melancarkan Operasi Militer—tidak lama kemudian sudah mulai terjadi bombardir di sekitar pabrik tersebut.

“Kami semua panik dan merasa tertekan. Muka kita sudah pucat. Bahkan saya saja sudah tidak bisa tersenyum lagi. Bos kami menyuruh untuk mematikan semua mesin dan kami disana mendengarkan suara roket yang berterbangan” ucapnya.

“Suara bom makin keras tiap harinya, namun sepertinya kita masih punya nasib baik. Mungkin belum waktunya kita semua meninggal” ucap tambahnya.

Ia bersama dengan yang lainnya selamat setelah KBRI di Kyiv menyadari ada WNI yang masih terjebak—dan berupaya untuk menyelamatkan mereka.

Mereka mendapatkan telpon dari KBRI di Kyiv yang isinya intinya adalah mereka harus siap-siap untuk melakukan evakuasi.

Pada akhirnya, tanggal 17 Maret—tiga minggu setelah Operasi Militer dimulai, Iskandar bersama dengan yang lain berhasil kabur dari Chernihiv ke Kyiv dengan menggunakan bus sewaan KBRI di Kyiv.

Dari Kyiv, mereka berjalan terus ke Lviv hingga tiba di Warsawa.

Setelah itu, dari Warsawa—ia naik pesawat ke Jakarta melalui Doha.

Iskandar mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang terlibat untuk menyelamatkan dirinya dan lainnya serta mengucapkan maaf kepada siapapun yang dengan sengaja tidak ingin ikut melainkan membantu melawan Rusia.

 

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pembunuhan Wartawati Al-Jazeera, Israel Terapkan Politik Apartheid

17 Mei 2022 - 07:39 WIB

Di Oxford University, Anies Paparkan Potensi Asia Tenggara Masa Depan

17 Mei 2022 - 06:36 WIB

Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Cita Atas Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalan Tol Mojokerto-Surabaya KM 712

17 Mei 2022 - 06:15 WIB

Jenguk Korban Korban Laka Lantas Tol Sumo di Sejumlah RS, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Penanganan Terbaik

16 Mei 2022 - 19:47 WIB

Pemkot Surabaya Kirim Ambulans untuk Pemulangan Jenazah Korban Laka Lantas Tol Sumo

16 Mei 2022 - 19:42 WIB

Bupati Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Periode 2022-2027

16 Mei 2022 - 19:27 WIB

Trending di kempalanews