Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 08:08 WIB
Surabaya
--°C

Pembangunan Kampung Susun Bayam, Anies: JIS Berdampingan dengan Petani Perkotaan

JAKARTA–KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pencanangan pembangunan Kampung Susun Bayan di Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu, 7 Mei 2022. Kampung Bayam merupakan permukiman yang terdampak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

“Hari ini, kita mulai babak baru untuk peletakan batu pertama pencanangan Kampung Susun Bayam,” jelas Gubernur Anies dalam sambutannya, dikutip dari Siaran Pers PPID DKI.

“Proses pembangunan memang ada urutannya. Ketika proses tersebut, bagi yang menjalani akan terasa lama. Tapi sesudah nanti terbangun akan menjadi sebuah tempat Bapak/Ibu menorehkan sejarah panjang di masa depan,” lanjut tokoh yang pada hari yang sama kemarin genap berusia 53 tahun ini.

Pencanangan Kampung Susun Bayam ini mengirimkan pesan bahwa Pemprov DKI Jakarta melakukan pembangunan yang memfasilitasi semua, di mana warga mendapatkan kesempatan yang sama, termasuk warga Kampung Bayam yang berada di dekat pembangunan JIS.

“Semua mendapat kesempatan yang sama untuk masa depan yang cerah dan Pemprov DKI menjunjung tinggi kesetaraan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk nyata untuk warga Kampung Bayam,” ujar Gubernur Anies.

BACA JUGA  Tokoh dan Ulama di Surabaya Bahas Kondisi Terkini Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Menariknya lagi, pembangunan Kampung Susun Bayam ini tidak akan menghilangkan penghidupan atau mata pencaharian warga, yang sebelumnya banyak berprofesi sebagai petani perkotaan atau urban farmer.

“Nantinya yang berprofesi sebagai petani dapat terus meneruskan profesinya. Sehinga menjadi contoh di samping stadion bertaraf internasional, berdampingan dengan masyarakat petani perkotaan,” paparnya.

Gubernur Anies berharap, permukiman seluas 11,8 hektar tersebut dapat dikerjakan tepat pembiayaan, tepat waktu dan tepat kualitas. Sehingga pada September 2022 pembangunan ini dapat selesai.

Pencanangan Kampung Susun Bayam ini diapresiasi warga Kampung Bayam. Salah satunya, tokoh masyarakat Kampung Bayam, Paulinus Melatuna. Paulinus bersyukur warga dilibatkan dalam perencanaan, sehingga nantinya hunian tersebut akan sesuai dengan apa yang dibutuhkan warga.

“Kami bersyukur dan berterima kasih bahwa tak diabaikan dan punya pemimpin yang mempedulikan kami, kepada Jakpro, Pemprov DKI dan para pendamping. Kami berharap semua rencana berjalan lancar dan tuntas hingga nanti ditempati,” tuturnya.

Berkonsep Mezzanine

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah melakukan kegiatan sosialisasi dengan Resettlement Action Plan (RAP) bersama warga sekitar yang terdampak pembangunan JIS sejak Mei – Agustus 2019. RAP ini bertujuan agar warga yang terdampak tidak mengalami penurunan kualitas hidup, tetap dapat hidup berkelanjutan, serta anak-anak dapat meraih apa yang dicita-citakan.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

Pembangunan Kampung Susun Bayam ini terdiri dari 3 blok/gedung dengan 4 lantai yang diperuntukkan bagi 135 kepala keluarga, ditambah dengan 3 unit hunian khusus difabel, sehingga total berjumlah 138 unit hunian. Unit hunian memiliki luas 36 meter persegi dengan layout ruangan meliputi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, ruang keluarga, balkon dan tempat menjemur pakaian.

Desain Kampung Susun Bayam mengambil konsep Mezzanine (Hunian Bertumbuh), yang mana pada satu lantai bangunan terdapat dua lantai fungsional. Kampung Susun Bayam juga memiliki fasilitas pendukung, seperti unit usaha warga, koperasi dan gudang, musala, tempat wudu, taman kanak-kanak dan perpustakaan, aula serbaguna, toilet umum, serta ramp difabel. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.