SURAbAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjenguk belasan korban ambrolnya seluncuran kolam renang Kenjeran Park (Kenpark) yang menjalani perawatan di RSUD dr. Soetomo dan RSUD Soewandhie, Surabaya, Sabtu (7/5) malam.
“Kami minta kepada manajemen untuk bertanggung jawab penuh dan saya juga minta agar mengecek kembali wahananya yang sekarang masih dalam penyelidikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” kata Eri Cahyadi.
Setibanya di IGD RSUD dr. Soetomo, Wali Kota Eri langsung menuju ke ruang ICU untuk melihat langsung kondisi korban ambrolnya seluncuran kolam renang Kenpark. Satu persatu pasien dilihat kondisinya sembari memberikan semangat kepada keluarga korban.
Dalam kesempatan itu, Eri Cahyadi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga serta Pariwisata Wiwiek Widyati, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya Tomi Ardiyanto.
“Tidak ada korban jiwa, yang tiga korban tadi masih ada di IGD dan yang empat sudah ada di tempat rawat inap, sedangkan yang satu korban sudah persiapan untuk pulang karena mengalami luka ringan,” tutur Eri Cahyadi.
Eri juga menyampaikan kepada dokter yang menangani pasien untuk memantau dan memberikan perawatan secara maksimal agar segera pulih.
Ia juga menyampaikan kepada pihak manajemen Kenpark Surabaya untuk bertanggung jawab memberikan bantuan pengobatan hingga kondisi pasien kembali pulih.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga mengimbau pihak pengelola wisata Kenpark untuk lebih waspada dan menjadikan peristiwa ambrolnya seluncuran ini sebagai pembelajaran.
Eri juga menyampaikan setiap investor yang memiliki tempat wahana wisata harus mengantongi izin. Selain itu juga harus diimbangi dengan perawatan berkala agar tidak terjadi lagi hal serupa di tempat wisata lain di Surabaya.
“Itu kan milik swasta, jadi kalau pemeliharaan dilakukan oleh investor dan harus menjamin layak fungsi wahananya. Maka dari itu, kita nanti lakukan evaluasi di tempat wahana atau wisata lainnya,” ujarnya.
Ambrolnya seluncuran kolam renang Kenpark Surabaya itu sendiri mengakibatkan 16 orang korban luka. Delapan orang dirawat di RSUD dr. Soetomo, sedangkan delapan orang lainnya dirawat di RSUD Soewandhie.
Namun, untuk pasien yang sudah dibolehkan pulang dari RSUD Soetomo ada satu orang. Sedang di RSUD Soewandhie ada empat orang. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi