Waktu itu musim salju. Presiden SBY berkunjung ke Beijing. Harus diterima dalam upacara militer kenegaraan. Di lapangan Tian An Men penuh dengan salju. Maka upacara militer dilakukan di dalam gedung itu.
Sekali lagi saya ke gedung itu. Sebagai orang media: KTT Media Sedunia. Yang dibuka Presiden Xi Jinping.
Semua kantor pemerintah pusat itu harus pindah ke IKN baru. Demikian juga kantor-kantor pusat BUMN Tiongkok.
Inilah ibu kota baru yang dirancang sepenuhnya sebagai smart city. Biayanya: USD 580 miliar. Hitunglah sendiri.
Bandara internasional yang baru juga ada di dekat lokasi ini. Saya belum pernah mendarat di situ. Yang —kata media— serba menakjubkan. Bandara itu diresmikan tepat menjelang pandemi.
Dari Xiong’an —juga dari bandara baru itu— ada kereta cepat generasi terbaru: menuju Beijing. Hanya 35 menit.
Xiong’an.
BACA JUGA: Hidup Kesusu
Duh, ingin ke sana.
Seperti apa sekarang.
Kalau pun ada revisi, kelihatannya ini: Xiong’an bukan lagi kota besar bawah tanah pertama di dunia. Kelihatannya tidak jadi. Dibatalkan.
Awalnya kota itu akan dibangun di bawah tanah. Sepenuhnya. Ternyata dalam pelaksanaannya sepenuhnya di atas tanah. Hanya saja Xiong’an akan menjadi kota cerdas generasi terbaru.
Kapan selesai?
Kalau pun tidak tambah periode, Xi Jinping sudah bisa meresmikannya. Di akhir periode keduanya. Apalagi aturan konstitusi yang hanya boleh dua periode sudah dicabut. Dua tahun lalu.
Maka akan ada test di IG minggu depan: apakah nama ibu kota Tiongkok?
Anda sudah tahu. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi