Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 09:24 WIB
Surabaya
--°C

Aborsi

DPR Amerika tidak berhasil menjadikan aborsi sebagai undang-undang nasional karena tarik-menarik di dalam tubuh parlemen sangatlah kuat. Saat ini, meskipun Demokrat berhasil menguasai eksekutif dengan menempatkan Joe Biden sebagai presiden tapi Partai Republik menguasai DPR. Karena itu tarik-menarik isu krusial seperti aborsi selalu keras.

SCOTUS menjadi lembaga hukum yang sangat dipercaya oleh publik Amerika. Ada 9 hakim agung yang bertugas sebagai anggota mahkamah dan mereka bertugas seumur hidup. Masa bakti seumur hidup ini dimaksudkan untuk menghindarkan Mahkamah Agung dari kemungkinan pengaruh politisasi.

Anggota SCOTUS diusulkan oleh presiden dan disahkan oleh Senat. Meski secara teoretis netral dari politik tetapi dalam praktiknya lembaga ini selalu menjadi ajang pertarungan politik yang keras. Dalam praktiknya, presiden mencalonkan hakim agung yang mempunyai garis ideologi politik yang sama dengan sang presiden.

Donald Trump hanya menjadi presiden satu periode, tetapi ia beruntung bisa mengangkat tiga hakim agung dalam periode kepemimpinannya. Yang terbaru adalah pengangkatan hakim agung Amy Coney Barret pada 2020 yang menimbulkan perdebatan keras secara nasional.

Hal itu terjadi setelah meninggalnya hakim agung Ruth Bader Ginsburg–terkenal dengan inisial RBG–yang dikenal sebagai hakim yang sangat liberal dan pro terhadap hak-hak minoritas kulit hitam dan kelompok gay dan lebian. RBG ialah satu di antara hanya 2 hakim agung wanita dalam sejarah Amerika. RBG menjadi legend karena keputusan-keputusannya yang pro-liberal.

RBG meninggal September 2020 hanya beberapa bulan menjelang pemilian presiden. Publik menghendaki pengganti RBG diangkat oleh presiden baru. Tetapi Donald Trump bersikeras mengangkat hakim agung baru sebelum pemilhan presiden.

BACA JUGA: PSI dan Anies Haters

Kengototan Trump ini mendapat kecaman luas dari publik, tetapi Trump tidak peduli. Berbagai survei menunjukkan bahwa Trump akan kalah dari Biden dalam pemilu, dan karena itu publik menghendaki presiden baru yang nanti menunjuk hakim agung. Trump keukeuh dengan keputusannya dan tetap menominasikan hakim agung baru.

Calon yang diajukan Trump adalah Amy Cobey Barret seorang profesor hukum berusia 48 tahun yang sangat konservatif. Barret seorang katolik taat dan ibu rumah tangga dengan 7 anak termasuk 2 anak hasil adopsi.

Sosok Barret bisa disebut sebagai antitesa dari RBG dengan ideologi yang berseberangan. Barret katolik konservatif dan RBG liberal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik akan terjadinya pergeseran di Mahkamah Agung menjadi lebih konservatif.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.