KEMPALAN: BEBERAPA waktu yang lalu antara tanggal 25 – 27 April 2022, Saya berkesempatan mengikuti rapat koordinasi kesiapan pemerintah kota Surabaya melayani warga untuk tahun 2022 khususnya mendekati lebaran dan selama cuti lebaran.
Rapat yang dipimpin oleh Walikota itu dihadiri oleh seluruh kepala OPD dan Kepala Kecamatan. Dalam rapat itu Walikota berharap kepada seluruh jajarannya untuk menjadikan amanah yang diemban digunakan melayani masyarakat sebaik-baiknya.
Walikota menyadari bahwa selama dua tahun kepemimpinan yang berjalan, beliau dan jajarannya dihadapkan pada persoalan penanganan pandemi covid 19, sehingga hampir tak sempat untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain yang beliau telah janjikan.
Menyadari tentang itu semua, disaat situasi yang sudah mulai landai, Walikota mengajak seluruh jajarannya untuk “gas pol” melayani masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung Walikota meminta kepada seluruh jajarannya untuk memaparkan program apa yang akan dilakukan dalam rangka melakukan pelayanan percepatan kepada masyarakat Surabaya.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi memberi kebebasan kepada kepala OPD dan Camat untuk membuat gebrakan kegiatan yang dipandang mampu mendukung visi kota Surabaya sebagai Kota gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan.
Nampaknya gaya Eri ini tak lazim dalam birokrasi, karena Eri menggunakan pendekatan masalah yang ada atau masalah yang dibutuhkan, lalu intervensi nya seperti apa serta siapa saja yang terlibat didalam melakukan intervensi penanganan.
Gaya pendekatan Eri mendobrak karakter birokarasi yang selama ini terjadi. Birokrasi bekerja sendirian sesuai tupoksi dan berorientasi kerja apa yang harus dilakukan bukan apa yang saya kerjakan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat seperti apa.
Tanggal 27 April 2022, saya bersama kawan – kawan tim yang membantu percepatan pembangunan kota Surabaya berkesempatan melakukan diskusi dan belajar bersama dengan kepala camat dan kepala OPD dengan didampingi oleh Asisten Pemerintah Kota.
Ada 8 orang yang kemudian berbagi menjadi 4 kelompok untuk mendampingi camat dan kepala OPD melakukan beda progam mereka dalam melayani masyarakat Surabaya.
Dalam paparan yang dilakukan oleh Camat dan Kepala OPD, saya melihat ada banyak hal bagus dan luar biasa yang semestinya bisa didorong lebih kuat untuk melayani warga Surabaya sebagaimana visi pemerintah kota, namun sayangnya tidak banyak mereka yang mengetahui. Kegiatan itu hanya dianggap sebagai kegiatan rutin biasa.
Saya ambil contoh gebrakan yang dilakukan oleh camat Asem Rowo, dalam mengembangkan kawasan Sontoh Laut menjadi kawasan wisata. Pak Camat mampu menjadikan kawasan Sontoh Laut menjadi kawasan yang menjadi daya ungkit bangkitnya UMKM yang ada diwilayahnya.
Pengembangan kawasan Sontoh Laut mampu menyumbang penurunan pengangguran dan penurunan MBR yang menjadi tekad Walikota. Tidak tanggung tanggung program itu mampu menyumbang penurunan MBR 102 UMK binaan dan 1.522 UMKM yang belum masuk binaan.
Percepatan pembangunan kawasan itu akan mempercepat semangat Walikota yang tahun 2022 fokus pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Namun ketika bicara percepatan, seringkali Camat terkendala oleh anggaran. Pendekatan Walikota Eri Cahyadi sangat membantu dan memberi ruang kreasi kepada Camat untuk bisa segera mengeksekusi dan mengakselerasi dengan bergotong royong antar stake holder jajaran pemkot dan swasta.
Hal lain yang menarik yang selama ini tidak banyak terekspose adalah layanan bencana kebakaran. OPD ini menarget layanan penanganan kebakaran mulai dari telpon sampai mobil bantuan datang ke lokasi hanya dalam waktu 7.5 menit. Ini sesuatu yang luar biasa.
Layanan dinas pemadam kebakaran ini tidak hanya persoalan pemadaman kebakaran, tapi ada tim khusus yang dibentuk yang tugasnya adalah melayani warga hal – hal yang berkaitan penyelamatan, baik manusia maupun hewan. Apa yang dilakukan oleh Dinas ini sejatinya sebuah layanan yang humanis, maju dan berkelanjutan apalagi melibatkan banyak stakeholder baik internal pemkot maupun swasta.
Misalkan sebagai contoh bila ada kebakaran, maka unit Layanan kebakaran akan segera menuju lokasi, OPD lain yang beririsan akan segera datang membantu tanpa harus diminta, misalkan dinas lingkungan, dinas Kebersihan, dinas kesehatan, dinas sosial dan dinas dinas lain untuk melakukan support layanan yang dilakukan dinas kebakaran. Ini yang tak banyak diketahui oleh warga.
Banyak hal yang sejatinya bisa menjadi milestone layanan baik yang sudah dilakukan oleh jajaran pemkot yang menunjang visi Walikota, misalkan lagi Dinas Sosial sampai membuat bank pampers dan susu untuk membantu warga kurang mampu yang belum mendapat intervensi dari pemkot. Bank itu namanya Bank Super singkatan dari Bank Susu dan Pampers. Membantu warga memberikan bantuan pampers dan susu kepada anak anak yang orang tuanya belum mampu, agar tidak terjadi kekurangan asupan gizi yang menyebabkan terganggunya tumbuh kembang anak.
Nah meski ada banyak hal baik dan sudah banyak dilakukan oleh pemerintah kota dibawah dirijen Eri Cahyadi, tapi kalau ini masih dianggap biasa dan sepi publikasi maka masyarakat tidak akan tahu hal hal baik yang sudah dilakukan.
Pekerjaan rumah terbesar pemerintah kota Surabaya, adalah bagaimana mengkolaborasikan kerja kerja baik layanan yang sudah dilakukan dan masyarakat harus tahu.
Dibutuhkan kerja terukur dan saling melengkapi dan menunjang serta bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Nothing happened without publishing, masyarakat tak akan tahu apa yang sedang dan sudah dikerjakan Pemkot kalau tidak ada publikasi. Yang harus dipersiapkan adalah bagaimana seluruh OPD dan jajaran pemkot mampu menyuplai kabar kerja baik layanan masyarakat dan dipublikasikan oleh Kominfo pemkot Surabaya.
Pesan Pak Walikota kepada seluruh jajarannya dalam enga hdapi lebaran dan selama cuti diharapkan tetap berlebaran dan bersilaturahmi, silaturahmi harus dimaknai sebagai kunjungan kerja ke daerah yang menjadi kampung halaman, sehingga bisa mendapatkan apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan pemkot untuk melayani kesejahteraan warga kota.
Yang terpenting adalah setiap OPD dan jajaran pemkot tetap siaga dan waspada serta menjaga proses. Pesan Walikota, alat komunikasi yang dipakai pemkot harus tetap siaga dan harus ada yang ditugaskan oleh para kepala OPD dan Camat serta para Lurah bila para kepala tersebut sedan cuti. Sehingga layanan terhadap warga terus berjalan sebagai pengejahwantahan dari sebaik baik manusia adalah mereka yang bisa melayani dan memberi manfaat kepada yang lainnya.
Terimakasih pemerintah kota Surabaya, Terimakasih Pak Eri Cahyadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi