Senin, 1 Juni 2026, pukul : 07:41 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi Dicurhati Pedagang Soal Pungli

KEMPALAN: “Di sini banyak Pungli, pak…” curhat pedagang wanita di Pasar Bogor kepada Presiden Jokowi, Kamis (21/4) siang. Wanita itu, Kurniali (23) curhat sambil menangis. Jokowi menghentikan langkah, berkata: “Tenang… tenang bu…”

***

KURNIALI didampingi adik, Rahman (20) tidak bisa tenang. Malah histeris. Rahman bukannya menenangkan kakaknya. Justru menimpali: “Ya, Pak Presiden, om saya ngelawan Pungli malah ditahan polisi.”

Kakak-beradik itu bicara bersamaan. Dengan semangat histeris. Membuat Jokowi yang mengunjungi Pasar Bogor untuk memberi bantuan minyak goreng, menghentikan langkah. Rombongan ikut berhenti.

Jokowi sudah berusaha menenangkan, tapi Kurniali dan Rahman terus bicara sambil menangis. Kejadian ini direkam video, beredar ke medsos, dan viral.

Untung, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, yang di sebelah Jokowi, segera mengeluarkan notes dan pena. Pramono tampak mencatat curhat Kurniali – Rahman.

BACA JUGA: Gak Kerja, Lha Kok Minta THR?

Pramono ke pedagang: “Siapa yang ditahan polisi?”

Pedagang: “Om saya. Dia ngelawan Pungli malah ditahan polisi. Di mana keadilannya, pak…”

BACA JUGA  NPD Sulit Akui Kesalahan

Pramono: “Nama om yang ditahan, siapa?”

Pedagang: “Ujang Sarjana.”

Jokowi mengamati catatan Pramono. Lalu, Jokowi berkata ke pedagang: “Ya… sudah dicatat.” Kemudian Jokowi didampingi rombongan berjalan, melanjutkan keliling Pasar Bogor.

Drama sekilas, cerita kuno Indonesia: Pungli. Terjadi di mana-mana. Dilakukan preman, juru parkir, Ormas, sampai aparatur negara dari berbagai lembaga.

Wartawan kemudian konfirmasi ke Polres Bogor Kota, Kamis (21/4) malam. Diterima Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan:

“Terima kasih atas informasi yang disampaikan dan terhadap pemberi informasi telah kami lakukan pemeriksaan atas keberatan yang disampaikan kepada Bapak Presiden. kami akan menindaklanjuti dengan audit investigasi.”

BACA JUGA: Harga Migor Naik, Dirjen Tersangka Korupsi

Dilanjut: “Sebagai informasi, perkara ini ditangani kepolisian pada Desember 2021 atas pengeroyokan terhadap sesama pedagang.”

Dilanjut: “Keberatan atas penanganan perkara ini juga telah diuji melalui mekanisme praperadilan. Tapi, kami akan memberikan atensi khusus terhadap perkara ini.”

BACA JUGA  Kembali ke UUD 1945: Jalan Pulang Republik di Tengah Krisis Oligarki dan Disorientasi Bangsa

Kurang puas, wartawan konfirmasi ke pedagang di Pasar Bogor terkait itu. Wawancara dengan Rahman, yang curhat histeris ke Presiden Jokowi. Dijelaskan demikian:

Rahman dan kakaknya, Kurniali, berdagang buah di satu lapak. Di situ juga ada paman mereka, Ujang Sarjana, juga berdagang buah.

Di pasar tersebut ada dua lelaki Ardiansah dan Ade Komeng. Selalu keliling pasar tiap hari. Membagikan sekantong minuman dan sebungkus rokok ke setiap lapak pedagang. Merata. Lalu mereka berputar, menagih pembayaran minuman dan rokok yang dibagi tadi.

Rahman: “Mereka (Ardiansah dan Ade Komeng) maksa. Semua harus beli, harus bayar. Kayak preman gitu. Bawa senjata tajam. Para pedagang takut, terpaksa bayar, walaupun dagangan tidak diminum atau tidak dirokok. Tiap hari begitu.”

Suatu hari di Desember 2021, Ujang Sarjana menolak bayar. Mengembalikan minuman dalam plastik dan rokok. Kepada Ardiansah dan Ade Komeng, yang menolak keras. Terjadilah ribut.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.