Sabtu, 18 April 2026, pukul : 22:45 WIB
Surabaya
--°C

Sinta Nuriyah Menyapa, Ingatkan Tiga Rukun Jangan Dilupakan

SURABAYA-KEMPALAN: Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi pembicara pada kegiatan yang mengambil tema “Ibu Sinta Nuriyah Menyapa” di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (20/4) malam.

Pada kesempatan tersebut perempuan yang akrab disapa Nyai Sinta tersebut mengingatkan tiga rukun yang harus dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Ketiga rukun tersebut, pertama adalah Rukun Keagamaan, kedua Rukun Ketatanegaraan, dan ketiga Rukun Kesehatan.

Dia pun lantas membeberkan satu per satu dari ketiga rukun tersebut kepada yang hadir. Termasuk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Arumi Bachsin Dardak (istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak), dan Rini Indriyani (istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) yang dalam acara ini duduk mendampingi Nyai Shinta.

Rukun Keagamaan, kata dia, terdiri dari Rukun Islam. Kemudian Rukun Ketatanegaraan adalah dasar negara Pancasila, dan Rukun Kesehatan adalah menjalankan protokol kesehatan ditambah mengikuti vaksinasi

Namun, sebelumnya Shinta Nuriyah bertanya kepada yang hadir. “Dari ketiga rukun itu dan maknanya, apakah kita sudah mengamalkannya? Rukun Islam, pengamalan Pancasila, dan mematuhi protokol kesehatan, apakah sudah semua? Kalau belum, mari kita lakukan,” ucapnya.

Shinta Nuriyah juga menjelaskan, kenapa kegiatan yang saat ini dilakukan mengambil tema “Ibu Shinta Menyapa”. Padahal, sebelumnya kegiatan yang sudah dilakukan sejak 21 silam selama Ramadhan tersebut temanya adalah “Buka dan Sahur Bersama”. Bahkan, sejak dua tahun terakhir ditiadakan karena adanya pandemi Covid-19.

“Sekarang, karena Covid-19 sudah melandai, lantas ada kelonggaran. Namun, kegiatan ini dikemas dengan tema “Ibu Shinta Menyapa”, bukan buka atau sahur bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini pun, kata Sinta Nuriyah, hanya dilakukan 10 kali dengan pelaksanaan terbatas dan disiplin protokol kesehatan sangat ketat.

“Peserta dibatasi, tidak boleh ada spanduk, menjaga jarak, hingga penataan makanan yang harus rapi. Kalau pada Ramadhan ini berjalan lancar maka bisa dilakukan bulan-bulan berikutnya,” terang Sinta Nuriyah.

Menurut dia, Covid-19 merupakan penyakit berbahaya dan berbeda dari biasanya, sebab dapat menular ke siapa saja, mulai keluarga, tetangga hingga seluruh masyarakat tanah air, mulai yang tua sampai anak-anak.

“Bahkan, selama dua tahun itu juga saya selalu dijaga oleh anak-anak di rumah. Tidak boleh ada tamu, pintu pagar dikunci, dan tidak boleh ke mana-mana demi menjaga ibunya yang sudah tua ini,” katanya.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa, sampai-sampai setiap pagi saya menyapa burung-burung di rumah, karena hanya burung-burung yang ada,” sambung Sinta Nuriyah.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dengan kedatangan Sinta Nuriyah. Dia pun mengajak peserta yang hadir untuk bersama-sama belajar dari kegiatan tersebut.

“Suatu kegiatan luar biasa dari Bu Sinta Nuriyah karena menyatukan berbagai komponen untuk saling bersinergi demi kemajuan bangsa,” puji Khofifah. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.