Menjadi Bangsa Tersenyum
Indonesia saat-saat ini bagai taman tak terawat. Bunga-bunga lesu-layu dan terbengkelai tanpa sentuhan kasih. Rontokan bunga-bunga dan ilalang kering menyembul meninggi menjadikan pemandangan di taman tak sedap-tak nyaman dipandang mata.
Presiden Jokowi sepertinya gagal merawat taman bernama Indonesia dengan sebenarnya. Demonstrasi mahasiswa dan rakyat, protes keras sinyal ketidakpuasan. Lanskap taman dan psikologi bunga-bunga tampak porak poranda. Tidak tampak keadaban sosial dihadirkan. Justru yang muncul–seperti dipelihara–gesekan antar anak bangsa yang lambat laun akan timbulkan benturan dahsyat. Strategi meninabobokkan satu kelompok dan mengkriminalisasi kelompok lain mestinya disudahi. Tidak elok diterus-teruskan.
Mari sama-sama lihat Anies Baswedan dalam “merawat” taman-taman bernama Jakarta. Tentu taman dalam makna struktural…
Anies Baswedan merawat taman-taman di Jakarta dengan amat baik. Merawat dengan semestinya. Berpegang pada konstitusi, sebagai landasan teknik operasional. Memunculkan tidak sekadar taman yang sedap dipandang mata, tapi lebih dari itu memanjakan penghuninya merasakan kebahagiaan sebenarnya. “Maju kotanya, bahagia warganya” tidak sekadar jargon penyedap rasa. Tapi dirasakan warganya seutuhnya. Bersandar pada kerja yang tidak saja terukur, tapi penuh amanah, Jakarta dibangun.
Senyum penghuni taman bernama Jakarta tampak tersungging penuh bahagia. Jakarta bagian dari Indonesia tidak sekadar ibu kota negara, tapi lanskap pembangunan dihadirkan, tanpa direcoki kekuatan pengendali.
Jika lalu warga di luar Jakarta menginginkan Anies Baswedan memimpin negeri, itu hal wajar. Keinginan manusiawi agar senyum warga bangsa bisa terus terawat. Tanpa lagi ada pembelahan masyarakat. Tidak muncul lagi olok-olok maupun umpatan tak sewajarnya di ruang publik.
Atmosfer mengikhtiarkan Anies Baswedan memimpin negeri ini sudah mulai dilakukan. Deklarasi Anies Baswedan for President 2024 muncul di mana-mana. Sebuah ikhtiar menghadirkan taman Indonesia sesungguhnya, yang warganya hidup dalam harmoni penuh bahagia. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi