Amirullah bertanya kepada massa aksi soal pengertian dan hibah, karena massa enggan menjawab, akhirnya Amirullah menjelaskan sembari mengibaratkan dana hibah yang menjadi tuntutan para demonstran tidak ubahnya kentut yang keluar dan tidak berbekas.
“Saya mau tanya sampean, tahu hibah nggak?” tanya Amir kepada massa.
“Anggap kita tidak tahu,” jawab Ferdi, perwakilan massa saat dialog.
“Kalau di agama, kalau di agama itu kayak orang kentut, hibah itu, dihibahkan selesai, ya lupakan, ikhlas, kalau di pemerintahan Jawa timur, hibah kita itu berupa uang, eee ada tahapan-tahapan yang harus dimonotoring, tugas kami hanya verifikasi administrasi, sampe disitu, mulai administrasi proposal, lengkap transfer, urusan pokmas,” jelas Amirullah.
Ferdi, saat ditemui seusai demo menerangkan bahwa pernyataan Sekdis PU Bina Marga yang menganalogikan dana hibah dengan kentut adalah ucapan yang fatal dan lepas tanggung jawab.
“Tadi Pak Amir bilang bahwa dana hibah itu ibarat kentut, keluar langsung hilang. Jelas analoginya fatal dan mau lepas tangan. Kalau dana hibah diibaratkan kentut, artinya dana hibah tersebut dibuang cuma-cuma, dianggap tidak penting, pantas saja jika banyak pengerjaan di lapangan tidak benar, contohnya di Kab. Pamekasan dan Sumenep. Wong yang katanya hanya punya wewenang verifikasi ngomongnya ngawur,” terang aktivis HMI tersebut.
Dia menambahkan bahwa akan melakukan demo lanjutan sampai ada yang dipanggil dan diperiksa terkait dana hibah dimaksud.
“Saya sudah koordinasi dengan kawan-kawan mahasiswa Jawa timur yang di Jakarta, InsyaAllah hari senin mereka akan demo di KPK dengan kasus yang sama, hari Selasanya kita akan demo kembali disini (baca:PU Bina Marga), terus langsung ke polda untuk pengaduan,” tutupnya. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi