Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 07:27 WIB
Surabaya
--°C

Kembali S & N

Mereka tidak hanya WO. Mereka menyatakan berhenti sebagai anggota DPR. Mereka ngambek total. Mereka menyatakan “tidak mau jadi boneka asing”.

Imran selalu mengatakan mosi tidak percaya pada dirinya itu hasil dari lobi politik Amerika.

Pimpinan sidang yang baru, dari partai oposisi, langsung ambil palu. Ia membuka acara dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran. Lalu minta petugas lonceng membunyikan loncengnya selama lima menit. Itu pertanda semua anggota DPR harus memasuki ruang sidang.

Sampai bunyi lonceng berhenti kursi-kursi dari partai pemerintah masih tetap kosong. Pimpinan sidang pun memulai acara pemungutan suara.

“Anggota yang menyetujui mosi-tidak-percaya, silakan ke lobi kiri untuk menentukan pilihan di situ,” ujar pimpinan sidang sambil menunjukkan jari ke arah ruangan di kiri ruang sidang pleno. “Yang tidak setuju mosi silakan ke lobi kanan menentukan pilihan di sana,” tambahnya kepada kursi-kursi kosong.

BACA JUGA  DINASTI SETTER SEJOLI IWAN GISO – RITA KURNIATI: Mahakarya Langka yang Mengalirkan Darah Voli Generasi Emas Indonesia

Lembar suara pun dihitung: 174:0.

BACA JUGA: Puasa Lokal

Lebih separo anggota DPR menyetujui: tidak memercayai lagi Perdana Menteri Imran Khan.

Detik itu kekuasaan Imran Khan berakhir.

Maka acara berikutnya tinggal satu: pemilihan perdana menteri baru. Tidak sulit. Calonnya tunggal: Shehbaz Sharif. Partai yang dahulu menjadi pesaing abadinya, PPP, kali ini tidak mengajukan calon –pilih bersama lawan lama melengserkan lawan baru.

Sharif Sang Kakak pernah tiga kali jadi perdana menteri. Kini Sharif Sang Adik kali pertama jadi perdana menteri. Dua-duanya dalam status tersangka.

Betapa gembira Sang Kakak –apalagi kalau Sang Adik bisa menyelesaikan urusan perkara korupsinya.

Bagi pimpinan sidang yang baru, mana Sang Kakak dan mana Sang Adik kelihatannya tidak penting. Ia sempat salah menyebut nama Shehbaz menjadi Nawaz. “Saya ini masih begitu cinta pada Nawaz –shohib, sampai masih terus terbiasa menyebut namanya,” ujar pimpinan sidang.

BACA JUGA  Indonesia Menyerah Tiga Set Langsung dari Kazakhstan di AVC Cup 2026

Kenaikan harga-harga telah membuat kakak-adik S & N ini kembali berkuasa. Maryam nan cantik antre di belakang mereka. Dia juga cerdas dan sangat pandai berpidato.

BACA JUGA: Rara Mombasa

Kini Imran harus kembali masuk galadesa –harus road show dari bawah lagi tanpa tahu kapan Pemilu baru akan dilaksanakan.

Awalnya Imran mengira krisis politik ini akan ditutup dengan penyelesaian politik: Pemilu dalam waktu 90 hari ke depan. Harapan itu ternyata meleset. Status DPR ternyata dipulihkan sehingga tidak harus segera Pemilu.

Shehbaz sendiri punya taktik baru. Ia akan menghilangkan kesan hanya sebagai perdana menterinya orang Punjab. “Pakistan ini tidak hanya Punjab. Saya akan bangun provinsi seperti Balochistan,” katanya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.