JAKARTA–KEMPALAN: Keyakinan Pendeta Horas Sianturi bahwa Anies Baswedan sungguh nasionalis setelah mendapatkan informasi yang akurat dari sejumlah pendeta di Jakarta, ditularkan kepada pendeta-pendeta lain di Sumatera Utara.
Dalam sebuah tayangan video, Senin 4 April 2022, Pendeta Horas Sianturi tampak berbincang-bincang dengan Pendeta Roberto Sibarani dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) Balige dan Pendeta Fredy Hutabarat dari GBI Toba di tepi Danau Toba.
“Setelah kami mendapatkan informasi positif tentang Anies Baswedan, bagaimana kepedulian dan nasionalismenya begitu dirasakan oleh teman-teman pendeta di Jakarta, secara pribadi saya pun meneruskan informasi kepada teman-teman, ada Pendeta Roberto Sibarani dari GBI di Balige dan Pendeta Fredy Hutabarat dari GBI di Toba,” kata Pendeta Horas Sianturi.
Horas Sianturi adalah seorang pendeta dari Gereja Injil Seutuh Internasional (GISI). Pendeta ini juga menjabat sebagai Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Siantar, Simalungun, Sumatera Utara.
Dimintai pendapat oleh Pendeta Horas Sianturi tentang sosok Anies yang nasionalis, Pendeta Roberto Sibarani mengatakan, “Selama ini, yang kami dengarkan hanya dari media. Namun, setelah ada informasi yang berimbang, kami bisa memilah-milah. Selama ini (kabar yang diterima) kurang baik. Setelah ada informasi itu, harus adu data yang benar, ya berimbang. Semoga apa yang dikerjakan Pak Anies di Jakarta terealisasi sampai ke tingkat daerah-daerah di seluruh Indonesia.”
Menjawab pertanyaan Pendeta Horas Sianturi, jika Anies Baswedan diridai Tuhan menjadi calon RI-1, Pendeta Fredy Hutabarat percaya bahwa dengan informasi yang positif, para pendeta dan umat Kristiani kian yakin bahwa Gubernur DKI Jakarta tersebut harus maju.
“Jika Tuhan berkenan, Dia akan mengangkat orang-orang yang tulus. Pesan saya, sekencang apa pun orang jahat berlari, orang yang tulus tetap bakal menang,” ujar dia.
Pada akhir perbincangan, ketiga pendeta tersebut menegaskan bahwa Anies bukanlah radikalis, tetapi sungguh nasionalis setelah mereka mendapatkan informasi yang utuh.
“Thanks Pak Anies. Kami berdoa suatu saat Bapak menjadi pemimpin di Indonesia. Tuhan memberkati. Horas. Horas. Horas. Syalom.”
Sebelumnya, melalui tayangan video, Kamis, 31 Maret 2022, Pendeta Horas Sianturi mengaku sangat bangga dan senang mendengar kabar dari umat Kristiani di Jakarta bahwa Anies Baswedan sangat mengayomi semua suku dan agama yang ada di Jakarta.
“Anies Baswedan sangat nasionalis, sangat mengayomi semua suku dan agama. Termasuk di dalamnya gereja-gereja,” katanya.
Pendeta Horas Sianturi sangat berharap, apa yang dialami teman-temannya di Jakarta dapat dirasakan dengan skala yang lebih besar, yakni dapat dinikmati juga oleh umat Kristiani dan gereja di seluruh Indonesia.
Dia pun mendoakan Anies Baswedan, pada 2024 menjadi pemimpin nasional dan memimpin bangsa Indonesia.
Rasa bangga dan senang Pendeta Horas Sianturi itu menyeruak setelah pada Kamis, 17 Maret 2022, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) ke-34 Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat.
Kala itu, Ketua GPdI DKI Jakarta Pendeta Jason Balompapueng menegaskan bahwa berita-berita yang beredar bahwa Anies Baswedan intoleran, terbukti keliru.
“Berita-berita yang Anda dengar dan lihat, itu semua keliru. Beliau orang nasionalis. Orang tuanya sangat nasionalis dan memegang komitmennya. Beliau terbukti pluralis dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Pantas sebagai pemimpin,” katanya.
Ketua Umum Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (MP GPdI) Pendeta Johnny Weol juga menyampaikan, keseriusan Anies mewujudkan kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan antarumat beragama di Jakarta, bukan hanya berupa penggelontoran dana program Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI).
“Selain BOTI, ada belasan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk gereja yang beliau berikan. Ini membuktikan pula bahwa rumor intoleransi itu tidak benar,” ujar dia.
Selain BOTI dan IMB untuk gereja, kata Pendeta Johnny Weol, pawai Natal di Jalan MH Thamrin diizinkan pada masa kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta. (kbanews)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi