Minggu, 21 Juni 2026, pukul : 07:51 WIB
Surabaya
--°C

Puasa Lokal

Kita sudah bisa menerima perbedaan antar daerah soal azan Magrib. Bahkan dipublikasikan secara luas pula: Anda bisa tahu di kota apa, azan Magribnya jam berapa. Tinggal lihat di google —dahulu ditempel di dinding-dinding masjid.

Maka sudah saatnya dimulainya puasa pun diatur seperti azan Magrib. Beda kota beda mulai puasanya. Kian ke timur kian awal hari puasanya. Apalagi bulan puasa sudah tidak dikaitkan lagi dengan libur sekolah atau libur nasional. Kapan saja mulai puasa tidak ada pengaruh sosialnya.

BACA JUGA: Harus 400 T

Grup senam saya juga sudah terbiasa: hari apa pun mulai puasanya, tidak berpengaruh pada kegiatan olahraga.

Memang ada yang bersuara: puasa-puasa kok olahraga. Saya pun begitu: dulu.

Lalu saya ingat ayah saya: biarpun bulan puasa tetap ke sawah. Mencangkul. Di bawah terik matahari. Punggung telanjangnya seperti terbakar. Sesekali disiram air bercampur lumpur. Tanpa mengenakan baju atau kaus. Ayah membanting tulang selama lima jam: pukul 05.00 sampai 10.00. Hanya mengenakan caping dan celana komprang.

Sorenya masih mencangkul lagi di pekarangan. Olahraga ini tidak ada beratnya sama sekali kalau saya ingat ayah saya itu.

BACA JUGA  Siapa Doni Wijanarko

Rasanya sudah takdir Indonesia untuk sering punya perbedaan waktu puasa atau Lebaran. Selisih tiga jam antara wilayah paling timur dan paling berat membuat perbedaan itu sebagai keniscayaan.

BACA JUGA: Dokter Sumpah

Anggap saja, ada kesepakatan, waktu puasa tiba kalau bulan sudah terbit setinggi 3 derajat. Maka tinggal dihitung: kota/daerah mana saja yang sudah harus mulai puasa.
Rasanya tidak ada yang rumit.

Agama, ketika A-nya sudah menjadi huruf besar, memang cenderung menjadi rumit. Islam, ketika I-nya sudah menjadi I-besar demikian pula. Hak-hak pribadi untuk meyakini sesuatu sudah diambil oleh kelompok-kelompok  agama.

Dulu, ketika agama yang disebarkan Nabi Muhammad ini belum dinamakan Islam secara formal —bahkan belum dinamakan sebagai Agama dengan A-besar— mungkin tidak serumit dan seemosional sekarang. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Rara Mombasa

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Mirza Mirwan

Sekadar meluruskan. Termas de Rio Hondo bukan “sepelemparan batu” dari perbatasan Peru. Argentina tidak berbatasan dengan Peru, terhalang Chile dan Bolivia.

Jadi yang dimaksud Pak DI adalah Chile — di sebelah barat Termas de Rio Hondo.

Terima kasih, admin, sekarang “enter” bisa berfungsi normal.

Kepada pembaca muslim yang hari ini sudah berpuasa, selamat melatih kesabaran dan perbanyak amal kebajikan. Jangan karena emosi lantas puasa kita hanya sekadar berbuah lapar dan haus saja. Tabik.
alasroban

BACA JUGA: Kolam Ukraina

Kalau di lihat dari maps. Ternyata bukan berdekatan dengan Peru. Tapi Chile.

bagus aryo sutikno

#23 Rara Mombasa
Dari kisah di Mombasa, kita belajar tentang logistics. Saat saya jadi raja di Age of Empire, unit Romawi saat iron age sangat canggih bonus logistiknya. Di militer modern, Napoleon berhasil mendeploy artillery mix infanteri komplit dengan denbekang’nya. Terbayang saya saat paman saya Kertanegara mengirim ekspedisi Pamalayu, betapa hebatnya pasukan tanpa suplay nasi bungkus, pasti error perang nya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.