SURABAYA-KEMPALAN: Komisi IV DPRD Surabaya melakukan kunjungan ke KONI Kota Surabaya, Jumat (11/3). Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, M.Sobih Asrori.
Dalam kunjungannya, Komisi IV DPRD Pasuruan menanyakan resep KONI Surabaya sehingga Kota Pahlawan selalu tampil sebagai juara umum di Porprov Jatim. Bahkan, pada Porprov VII/2022, Kota Surabaya kembali diprediksi bakal kembali meraih juara umum untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.
Tidak hanya itu. Pada PON XX/2021 Papua lalu, Kota Surabaya berhasil menyumbangkan 209 atlet dari total 544 atlet yang dikirim memperkuat kontingen Jatim. Dan dari 110 medali emas yang diraih kontingen Jatim, 67 medali emas disumbangkan Surabaya.
BACA JUGA: Sukses! MAO 2021 Digelar Bareng Pelantikan Pengurus KONI Surabaya
“Kami sengaja berkunjung ke KONI Surabaya untuk menyerap ilmunya, terutama dalam pembinaan prestasi olahraga, sehingga bisa kami terapkan di Kabupaten Pasuruan,” kata M.Sobih Asrori yang ditemui usai acara.
Pria yang akrab disapa Gus Sobih ini berharap, dengan menyerap ilmu dari Kota Surabaya nantinya bisa mendongkrak prestasi olahraga Kabupaten Pasuruan, baik di ajang Porprov maupun ajang lainnya.
Untuk itu, lanjut Gus Sobih, setelah kunjungan ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KONI dan Dispora Kabupaten Pasuruan.
“Kami juga akan kembali lagi ke KONI Surabaya dengan mengajak pengurus KONI dan Dispora Kabupaten Pasuruan,” janjinya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Surabaya Hoslih Abdullah menyambut gembira kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Pasuruan. Menurutnya, kedatangan Gus Sobih dan rombongannya merupakan suatu kehormatan bagi KONI Surabaya.
BACA JUGA: Hadiri Pelantikan KONI Jatim, Wagub Emil Harapkan Kepengurusan KONI Kian Dongkrak Prestasi Atlet
“Tidak hanya KONI Kabupaten Pasuruan yang berkunjung ke KONI Surabaya. Sebelumnya, pengurus KONI dan Dispora Malang juga telah berkunjung. Termasuk pengurus KONI dari luar Jawa Timur,” kata Hoslih Abdullah.
Intinya hampir sama, para pengurus KONI tersebut ingin belajar banyak dari Kota Surabaya yang dinilai berhasil dalam pembinaan prestasi atlet. Padahal, sejak 2013 hingga kini KONI Surabaya tidak lagi menggunakan dana hibah dari APBD Pemkot Surabaya.
Sementara daerah lain, termasuk KONI Kabupaten Pasuruan, hingga kini masih menggunakan dana hibah, seperti diakui oleh Gus Sobih. “Sampai sekarang KONI Kabupaten Pasuruan memang masih mengandalkan dana hibah. Karena itu, kami salut dan mengacungkan jempol pada KONI Surabaya,” pungkas Gus Sobih. (Dwi Arifin).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi