Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 19:06 WIB
Surabaya
--°C

Konflik Rusia-Ukraina, Pakar Hubungan Internasional: Persoalan yang Rumit

Webinar Rusia-Ukraina-HMI FISIP AIRLANGGA

KEMPALAN: Pada Sabtu (5/3), dilaksanakan webinar berjudul “Konflik Rusia-Ukraina: Dampaknya terhadap Indonesia” yang dilaksanakan oleh HMI FISIP Airlangga dan mengundang dua pakar HI yang kompeten di bidangnya.

Sebagai awalan, pemaparan oleh Adhi Fahadayna selaku Dosen HI UB mengatakan bahwa permasalahan Rusia-Ukraina dapat dilihat melalui perspektif HI yaitu Realisme.

Adhi mengatakan secara ringkas bahwa pada intinya, NATO telah melakukan ekspansi secara besar-besaran yang kemudian memicu ancaman kepada Rusia karena dianggap mengancam hegemoni Rusia di kawasan Eropa Timur.

 

Ia juga kemudian menjelaskan mengenai tiga skenario mengenai konflik tersebut menurut Samuel Huntington terhadap Ukraina yaitu:

1). Secara peradaban, konflik Rusia-Ukraina tidak akan terjadi,

2). Ukraina akan terbagi menjadi dua seperti layaknya solusi di Perang Dingin dan

3). Ukraina akan selalu bergabung kepada Rusia untuk menghindari konflik yang ada.

Kemudian, dalam menanggapi permasalahan yang terjadi di Rusia-Ukraina, terdapat beberapa poin penting yang harus diketahui oleh pembaca karena menurut Radityo, dosen HI Unair yang saat ini sedang menempuh S3 di Tartu University mengatakan bahwa permasalahan tersebut sangat rumit.

Pada saat ini, banyak argumen yang mengatakan bahwa akar permasalahan konflik Rusia-Ukraina berasal dari NATO, namun selain itu, menurut Radityo, terdapat alasan lainnya yang menjadi pemantik konflik tersebut.

Salah satunya adalah permasalahan identitas karena Ukraina adalah satu komponen penting dari identitas Rusia sebagai bangsa besar dan selalu menjadi bagian utama dari imperium Rusia dari tahun 900-an.

Rusia akan menanggap dirinya besar jika berhasil menggabungkan Belarusia dan Ukraina.

Namun dari sisi Ukraina, hal tersebut menjadi permasalahan besar karena Ukraina selalu memosisikan dirinya sebagai lawan dari Rusia dan selalu menjadi subyek imperialismenya.

Ukraina selalu menaggap bahwa Rusia merupakan bangsa penjajah yang selalu menyiksa mereka, seperti misalnya kejadian Kelaparan Besar pada tahun 1930-an yang akan selalu diingat oleh bangsa Ukraina.

Secara ringkas, Radityo menyimpulkan bahwa permasalahan Rusia-Ukraina tidak hanya berpatok pada NATO, namun juga terdapat aspek lainnya yang menjadi pemantik konflik tersebut.

(Muhamad Nurilham, Transkrip dari Webinar “Konflik Rusia-Ukraina: Dampaknya terhadap Indonesia”)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.