MINSK-KEMPALAN: Pemilih di Belarusia telah menyetujui adanya keputusan reformasi konstitusional yang isinya akan memperbolehkan negaranya untuk dapat menerima nuklir kembali serta menjadi tempat transit Rusia untuk menyerang Ukraina.
Melansir dari Aljazeera pada Senin (28/2), disebutkan bahwa Komisi Pemilihan Belarusia melakukan voting referendum dan sebanyak 65,2% warga Belarusia setuju untuk merubah konstitusinya.
Hanya 10,07% pemilih yang menolak keputusan referendum tersebut.
Komisi Pemilihan Belarusia mengatakan bahwa partisipasi pemilih mencapai 78,63%.
Dalam reformasi konstitusi tersebut, Belarusia kemudian akan kembali memiliki senjata nuklir di negaranya untuk pertama kali setelah sebelumnya menyerahkan semua nuklirnya pasca Uni Soviet runtuh.
Dalam konferensi pers, Presiden Belarusia yaitu Lukashenko mengatakan bahwa ia meminta Rusia untuk mengembalikan senjata nuklir ke Belarusia.
“Jika kaliam melakukan transfer senjata nuklir ke Polandia dan Lithuania ke perbatasan kami, maka saya memilih untuk berpaling ke Putin untuk mengembalikan nuklir yang pernah kami (Belarusia) berikan” ucapnya.
Dalam reformasi tersebut, terjadi juga hasil keputusan lainnya bahwa Lukashenko akan tetap menjadi Presiden hingga tahun 2035 dan mendapatkan hak imunitas pasca menjadi Presiden.
Lukashenko telah berkuasa sejak tahun 1994 dan akan berkuasa hingga tahun 2035 mendatang dengan adanya reformasi konstitusi tersebut.
Sebagai tambahan, reformasi tersebut juga memberikan kekuatan dan wewenang yang besar kepada Majelis Rakyat Belarusia untuk menentukan prioritas serta kepentingan Belarusia selama lima tahun kedepan.
Negara-negara Barat mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakui adanya hasil dari referendum tersebut.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi