BERN-KEMPALAN: Sekitar 57% pemilih dan 16 Kanton (Distrik) dari total 26 Kanton yang ada di Swiss menyetujui untuk memperketat kebijakan dan hukum terkait dengan produk tembakau dan sejenisnya.
Dengan adanya hasil voting tersebut, maka dapat dilihat bahwa di Swiss, akan ada pelarangan iklan yang menampikan produk tembakau seperti misalnya Rokok dan sejenisnya.
“Kami sangat senang. Pada akhirnya, masyarakat mengerti bahwa kesehatan lebih penting dibandingakan dengan kepentingan ekonomi” ucap Stefanie de Borba yang merupakan ketua Liga Masyarakat Swiss anti Kanker.
Swiss merupakan salah satu negara di Eropa yang tertinggal dari negara-negara Eropa terkait pelarangan iklan produk tembakau dan sejenisnya.
Situasi tersebut dikatakan dapat terjadi karena adanya lobbying yang sangat kuat dari perusahaan Tembako terbesar di dunia yaitu Philip Morris International, British American Tobacco dan Japan Tobacco yang memiliki markas di Swiss.
Salah satu politikus yang menolak adanya kebijakan tersebut mengatakan bahwa makin lama, semua hal akan diatur dan tidak akan ada bedanya dengan tindakan diktator.
“Pada hari ini kita berbicara mengenai pelarangan tembakau. Hari kedepannya, kita pasti akan membahas mengenai pelarangan alkohol dan bahkan daging. Tidak akan ada bedanya dengan tindakan diktator jika semuanya akan diatur” ucap Philippe Bauer yang merupakan politikus sayap kanan dari partai Liberal.
Jean Paul Humair, ketua dari Pusat Pencegahan Adiksi di Jenewa mengatakan bahwa kebijakan tersebut menjadi langkah yang sangat penting untuk masa depan umat manusia.
Ia berargumen bahwa tidak ada produk yang membunuh hampir setengah dari konsumennya.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi