KAB BANDUNG-KEMPALAN: Dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan mengoptimalkan kemajuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan usai membuka Bimbingan Teknis (Bintek) Pengembangan Kewirausahaan Desa dalam meningkatkan Produk unggulan Desa (Prudes), di Gedung Moch Toha Soreang, Selasa (7/12/21).
Menurut Wabup Bandung, dari 270 Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Bandung, 130 diantaranya sudah aktif dalam menjalankan roda ekonomi melalui BUMDes.
“Saya optimis dengan berkolaborasi secara bersama-sama, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan peranan BUMDes,” kata Sahrul Gunawan kepada Wartawan.
Wabup mengaku dirinya sudah berkomunikasi dengan Bupati Bandung agar lebih mengoptimalkan permodalan BUMDes untuk program kesejahteraan masyarakat.
“Saya sudah mengajukan kepada Pak Bupati, rencana anggaran Rp60 juta untuk pemberdayaan RW agar dialokasikan juga untuk BUMDes,” bebernya.
Pasti sudah terbayang, kata Sahrul, jika perdesa dirata-rata 13 RW. Sudah berapa modal yang bisa dikelola BUMDes.
“Kalau rencana pemberdayaan RW dialokasi ke BUMDes, bisa terhitung setiap BUMDes mendapat penambahan modal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di setiap desa,” tuturnya.

Sahrul menjelaskan, ketika BUMDes sudah mendapatkan modal tersebut, pengawasannya dilakukan langsung oleh masyarakat. Sehingga, bisa terkontrol secara langsung.
“Itu salah satunya jalan keluarnya, tapi hal itu tetap dikembalikan pada kreatifitas dan inovasi masing masing Pemdesnya untuk membangun dan meningkatkan pendapatannya,” kata dia.
Lebih lanjut Aa Arul mengatakan, dengan adanya pelatihan melalui Bintek pengembangan Kewirausahaan tersebut bisa mendorong kemajuan dan seluruh BUMDes bisa berkembang secara mandiri.
“Saya optimis, ke depan seluruh BUMDes bisa berkembang dan mengelola secara profesional untuk mensukseskan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” akunya.
Pihaknya menargetkan pada tahun 2022 mendatang seluruh BUMDes di Kabupaten Bandung bisa berkembang karena didukung penambahan modal dari rencana anggaran pemberdayaan RW.
“Saya berharap dengan penambahan modal, seluruh BUMDes bisa berkembang dan sukses dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, merasa optimis melalui pelatihan Bimtek tersebut, pihaknya bisa mendorong peningkatan status BUMDes yang pemula dan berkembang untuk menjadi maju.
“Secara berjenjang, kami menargetkan setiap triwulan ada perkembangan status dan menargetkan di tahun 2022 mendatang di angka 15 sampai 20 persen meningkat status Bumdes-nya,” kata Teguh.
Bimbingan teknis itu diikuti 301 orang, di antaranya 270 Direktur BUMDes dan 31 Kasi Pemberdayaan masyarakat di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. (iwa ahmad sugriwa)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi