Kamis, 30 April 2026, pukul : 01:31 WIB
Surabaya
--°C

Kotak Amal

Selama ini, pemasukan infak, terutama infak Jumat, menjadi  andalan takmir masjid untuk mendapatkan biaya operasional. Pengetatan aturan baru ini sudah hampir pasti akan membuat para takmir berpikir keras untuk mencari sumber pembiayaan alternatif.

Bukan hanya masjid-masjid kecil dan menengah, masjid-masjid besar pun akan mengalami problem yang sama, kecuali masjid-masjid yang selama ini mendapatkan pembiayaan dari APBD atau APBN, itupun mereka pasti akan kehilangan banyak pemasukan dari infak Jumat.

Pengetatan aturan ibadah terbaru ini diterima dengan perasaan berat. Lebih berat lagi karena adanya tambahan larangan mengedarkan kotak amal. Selama ini para takmir masjid sudah mempunyai inisiatif sendiri untuk menjaga kotak amal tetap steril, yaitu dengan menempatkan hand sanitizer di setiap kotak amal. Dengan begitu jamaah bisa langsung membersihkan tangan setelah memasukkan uang.

Pengetatan ini menjadi terasa makin berat karena diterapkan menjelang datangnya Ramadan dan Idul Fitri, dua event itu menjadi event yang sangat diandalkan oleh takmir masjid untuk mendapatkan dana infak ekstra. Selama Ramadan pendapatan infak di setiap masjid bisa meningkat sampai sepuluh kali lipat dari hari-hari biasa.

Para takmir sudah merasa bahwa tahun ini kelihatannya ibadah Ramadan belum bisa pulih seperti semula. Pengetatan ini dirasakan akan mencapai puncaknya pada Ramadan yang akan tiba dua bulan lagi. Indikasi-indikasinya sudah mulai terlihat, misalnya penutupan Masjid Istiqlal selama sebulan sekarang ini.

Masjid adalah lembaga ibadah yang independen yang bisa memenuhi biaya operasionalisasinya sendiri dari infak para jamaah. Memutus mata rantai jamaah dari masjid akan dengan sendirinya memutus sumber pendapatan masjid. Negara harus hadir memikirkan hal ini. Pengetatan tanpa memberi subsidi akan menimbulkan kekecewaan para pengelola masjid.

Perdebatan mengenai sains dan agama menjadi kontroversi yang belum terselesaikan. Selama masa pandemi dua tahun terakhir sudah terbukti bahwa pendekatan agama harus kalah dari pendekatan sains. Banyak kalangan masyarakat yang resisten terhadap penutupan masjid dan penerapan prokes seperti memakai masker ketika beribadah.

Masjid dianggap sebagai tempat yang bersih karena jamaah berwudu dengan mencuci wajah, tangan, dan kaki sebelum masuk ke masjid. Dibandingkan dengan tempat-tempat publik yang lain masjid punya standar kebersihan yang lebih disiplin.

Banyak kalangan yang berpendapat bahwa masjid aman dari virus dan penyakit karena masjid adalah Rumah Allah. Beribadah di masjid akan meningkatkan ketenangan dan kepasrahan terhadap Tuhan, dua faktor yang sangat penting untuk meningkatan imunitas.

Ungkapan jargonis…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.