Kamis, 30 April 2026, pukul : 00:47 WIB
Surabaya
--°C

Diplomasi Akademik Lintas Benua: Labschool Unesa dan Uzbekistan Pererat Hubungan Lewat Kolaborasi Strategis

SURABAYA-KEMPALAN: Gedung Rektorat Lantai 10, Kampus 2 Unesa Lidah Wetan, menjadi saksi bisu lahirnya sebuah babak baru dalam peta pendidikan internasional. Pada Rabu (29/04/2026), Labschool Unesa secara resmi memperkuat jalinan kerja sama strategis dengan Uzbekistan State World Languages University (USWLU), sebuah langkah visioner yang melampaui sekadar seremoni di atas kertas.Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan balasan, melainkan integrasi nyata empat pilar utama: pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan pertukaran talenta muda.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat para guru dan tenaga kependidikan (tendik) Labschool Unesa menyambut delegasi dari Tashkent dengan antusiasme tinggi.
Magang Internasional dan Beasiswa Eksklusif

Kehadiran 15 mahasiswa asal Tashkent, Uzbekistan yang akan menjalani magang selama satu bulan di Labschool Unesa menjadi bukti konkret implementasi kerja sama ini. Mereka tidak hanya membawa ilmu linguistik, tetapi juga menjadi duta budaya yang akan berinteraksi langsung di ruang-ruang kelas.

Lebih jauh, kerja sama ini membuka pintu emas bagi siswa Labschool Unesa. USWLU secara resmi menawarkan program beasiswa bagi siswa lulusan Labschool Unesa untuk menempuh studi lanjut di Uzbekistan, sebuah negara yang kini tengah bertransformasi menjadi pusat pendidikan di Asia Tengah.

Vice Dean (Wakil Dekan) Uzbekistan State World Languages University, Prof. Gulam Ataev, menegaskan bahwa Surabaya, melalui Labschool Unesa, adalah mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mencetak generasi global.
“Kami tidak hanya mengirimkan mahasiswa untuk mengajar, tetapi untuk membangun jembatan emosional dan intelektual. Indonesia memiliki sistem pendidikan yang hangat dan inklusif. Melalui beasiswa yang kami sediakan, kami ingin siswa-siswa terbaik Labschool Unesa melihat dunia dari perspektif Uzbekistan—titik temu sejarah Jalur Sutra dan modernitas akademik,” ujar Prof. Ataev dengan nada elegan.
Visi Labschool Unesa: Internasionalisasi Tanpa Batas

Menanggapi hal tersebut, Direktur Labschool Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., sosok di balik arah strategis Labschool Unesa, menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari kurikulum masa depan yang tidak lagi dibatasi oleh sekat geografis.”Ini bukan sekadar pertukaran siswa, ini adalah intellectual exchange. Kami ingin guru dan tendik kami terpapar pada standar global agar kualitas instruksional di Labschool setara dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Kehadiran 15 mahasiswa Uzbekistan di sini adalah laboratorium hidup bagi siswa kami untuk belajar diplomasi dan bahasa secara natural,” tutur Prof. Sujarwanto.Ia menambahkan sebuah catatan berbobot mengenai esensi kerja sama ini:
“Pendidikan adalah instrumen diplomasi yang paling tajam. Dengan mengirimkan siswa kami ke Uzbekistan melalui jalur beasiswa ini, kita sedang menanam investasi jangka panjang. Mereka akan pulang sebagai pemimpin yang memiliki jejaring internasional dan pemahaman budaya yang mendalam. Labschool Unesa tidak lagi hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tapi lulusan yang siap mewarnai dunia,” pungkasnya tegas.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera memulai proyek penelitian kolaboratif di bidang pedagogi, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sekolah laboratorium di kedua negara.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.