MUMBAI-KEMPALAN: Timnas putri Indonesia tidak henti-hentinya jadi lumbung gol lawan-lawannya dalam ajang AFC Women’s Asian Cup 2022. Setelah dihancurkan Australia dengan 18 gol tanpa balas pada matchday pertama Grup B, 21 Januari lalu, maka Senin petang (24/1) ganti Thailand yang mencukur Indonesia dengan empat gol tanpa balas!
Dua kali mengalami kekalahan telak dengan total kebobolan 22 gol dan tak mampu menciptakan sebiji gol pun itu sudah menempatkan Garuda Pertiwi (julukan timnas putri Indonesia) di posisi terbawah Grup B. Indonesia pun jadi tim dengan kebobolan terbanyak di dalam ajang ini.
Sebenarnya, Ade Mustikiana dkk masih punya satu pertandingan tersisa. Sehingga peluangnya di dalam perebutan satu slot ke babak perempat final masih belum habis. Walaupun persentasenya sangat rendah.
Kuncinya ada dalam pertandingan terakhirnya ketika menghadapi Filipina di Shiv Chhatrapati Sports Complex, Pune, Kamis (27/1). Kemenangan atas Malditas (julukan timnas Filipina) bakal memberi asa untuk Garuda Pertiwi lolos ke fase knockout.
Minimal, Indonesia bisa memanfaatkan jatah lolos melalui status sebagai peringkat ketiga terbaik dalam laga tersebut. Apalagi penentuan posisi dalam ajang ini menggunakan sistem head to head yang bisa diuntungkan jika Indonesia mengalahkan Filipina.
Itu pun masih ada syarat lagi yang harus dipenuhi Indonesia. Minimal lima gol yang harus dicetak srikandi-srikandi Indonesia di laga tersebut supaya bisa bertengger di posisi ketiga. Sejauh ini, baru Thailand yang termasuk di dalam kategori peringkat ketiga terbaik dengan meraih tiga angka.
Pelatih timnas putri Indonesia Rudy Eka Priyambada berharap agar anak asuhnya bisa bertahan dari tekanan publik untuk lolos ke fase knockout. Apalagi, masalah mentalitas itulah yang sudah menjadi persoalan terbesar dalam skuadnya. ’’Saya rasa, kami harus terus belajar,’’ ucap Rudy.
Jangankan harus berhadapan dengan laga dengan tensi do or die. Hanya untuk datang ke turnamen ini saja mentalitas pemain timnas putri Indonesia ternyata sudah goyah. ’’Terutama saat merasakan suasana, melihat stadion, dan berhadapan dengan lawan-lawannya,’’ sebut pelatih yang berusia 39 tahun itu. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi