SURABAYA-KEMPALAN: Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Jawa Barat menjalin kerja sama Pengembangan Potensi Daerah dan Peningkatan Pelayanan Publik. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan masing masing provinsi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (20/1).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil berharap dapat meningkatkan volume kerja sama dan perdagangan antarprovinsi. Pasalnya, selama ini kerja sama seringkali pada tingkat Bisnis to Bisnis, dan sekarang ditingkatkan pada level government to government.
“Oleh karena itu, setelah persiapan sekian lama, hari ini kita tandatangani dengan berbagai program konkret tentunya,” kata Ridwan Kamil.
Menurut Ridwan Kamil, jumlah penduduk Jabar saat ini mencapai 50 juta jiwa. Sehingga, swasembada pangan menjadi sebuah catatan selama Covid-19 yang harus dijaga kedaulatannya. Namun, salah satu yang jadi masalah Jabar adalah masih impor sapi.
“Sehingga kami ingin belajar dari Jawa Timur. Balai Besar Inseminasi Buatan yang ada di Singosari, tentunya bisa menjadi tempat kami belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap kerja sama Jatim dan Jabar ini bisa bersama-sama menjadi bagian dari penopang swasembada daging. Menurutnya, melalui Balai Besar Inseminasi Buatan, menjadi potensi luar biasa.
“Bagaimana meningkatkan produktivitas apa yang bisa disupport oleh Balai Besar Inseminasi Buatan. Tidak sekadar kita melakukan budidaya sapinya, tapi juga RPH (Rumah Potong Hewan) halalnya,” katanya.
Selama ini, Indonesia mengimpor daging sapi dari Timur Tengah, sebagian besar dari Malaysia, Brunai, Brazil, Australia, dan Newzeland. Namun dipastikan sudah terjamin kehalalan RPH-nya, serta higienis dan modern.
“Kita rasanya punya kemampuan untuk itu. Jadi kali ini di ditopang Jawa Timur dan Jawa Barat, sama-sama kita bergerak. Rasanya tidak sekadar kita swasembada daging, tapi kita juga menyiapkan RPH halal,” tambahnya.
Gubernur Khofifah juga menyinggung potensi industri kreatif dari kedua provinsi, yakni fashion. Di mana masing masing provinsi memiliki desainer yang mumpuni, serta karya karya fashion yang patut diperhitungkan.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan untuk pengembangan mobil listrik. Khofifah mengatakan, nantinya Jatim berkontribusi untuk menyuplai baterai. Sedang produksi mobil listriknya dilakukan di Jabar.
“Otomotifnya dibangun di Jawa Barat kemudian kita menyiapkan baterainya yang berbasis dolomit. Dolomit ini rupanya memiliki efektivitas yang jauh lebih bagus daripada nikel untuk pembuatan baterai,” kata Khofifah. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi