Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 20:32 WIB
Surabaya
--°C

Habib Kribo

Kalau itu yang dimaksud Zein dia benar, karena sebelum Islam masuk ke Arab, bangsa itu berada pada masa kebodohan jahiliyah. Islam lah yang mengangkat budaya Arab dan menjadikannya kekuatan peradaban besar yang dihormati dan disegani dunia.

Bangsa Arab hanya terdiri dari suku-suku kecil yang terpisah-pisah, terpencil, serta tidak punya peran dalam peradaban dunia. Dengan kehadiran Islam pada abad ke-7, Arab bangit menjadi kekuatan besar yang bisa mengalahkan dua imperium besar dunia, Persia dan Romawi yang Kristen.

Islam telah menyatukan seluruh Arabia menjadi kekuatan peradaban yang membentang jauh sampai ke jantung Eropa. Ketika Eropa masih terlelap dalam keterbelakangan, kebodohan, dan kegelapan Islam sudah melahirkan intelektual-intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dunia.

Peradaban Barat-Kristen modern sekarang ini tidak akan pernah ada kalau tidak ada peradaban Islam. Peradaban Islam-lah yang menjadi jembatan dari peradaban Yunani Kuno menuju Barat modern sekarang. Kenyataan itu banyak dimanipulasi dan digelapkan. Barat tidak pernah mau mengakui utang intelektual dan utang peradabannya kepada Islam.

Tanpa peradaban Islam, tidak akan ada peradaban Barat modern. Rennaisance lahir karena para pemikir Barat mengadopsi pemikiran-pemikiran Yunani yang sudah terlebih dahulu diadopsi oleh para intelektual Islam.

Pandangan deterministik ini mungkin saja didebat oleh mereka yang tidak setuju. Tetapi, fakta sejarah bahwa tradisi intelektual Islam sudah terlebih dahulu mapan dibanding tradisi intelektual Barat, tidak bisa dibantah lagi.

Samuel Huntington mengajukan teori benturan peradaban, yang mempertentangkan Barat yang Kristen dengan Dunia Muslim Timur Tengah Raya. Menurut Huntington, setelah komunisme Uni Soviet bubar pada 1990, konflik-konflik besar di dunia akan bersumber pada konflik peradaban. Di antara peradaban besar yang berpotensi melahirkan benturan adalah peradaban Barat dengan peradaban Islam.

Peradaban Barat secara otomatis diidentikkan dengan Kristen, dan diperhadapkan secara diametral dengan peradaban Islam, seolah-olah peradaban Barat itu turun dari langit dan kelahirannya tidak berutang kepada Islam.

Dua peradaban itu bermusuhan, karena Barat mengeksploitasi negara-negara Islam melalui kolonialisme dan imperialisme. Barat yang merasa superior memroklamasikan kemenangan ideologi liberalisme-kapitalisme atas seluruh ideologi yang ada di dunia. Barat kemudian memaksakan kehendaknya supaya negara-negara Islam mengadopsi demokrasi liberal sekuler  ala Barat yang memisahkan dengan tegas peran agama dari negara.

Tradisi Islam tidak mengenal pemisahan agama dengan negara. Karena itu, pemaksaan kehendak oleh Barat itu menimbulkan ketegangan berkepanjangan. Tarik menarik ini terasa dampaknya di Indonesia sejak masa awal  kemerdekaan sampai sekarang.

Barat tidak mau mengakui peran besar Islam dalam perkembangan peradabannya. Kelompok sekuler di Indonesia juga demikian. Ada keengganan dari kalangan sekuler Indonesia untuk mengakui peran dan kontribusi Islam dalam kemerdekaan Indonesia. Maka lahirlah berbagai rekayasa manipulatif untuk mengaburkan dan menghapus peran sejarah itu.

Munculnya orang-orang seperti Zein Kribo, bisa jadi, adalah bagian dari proyek manipulasi itu.

Seperti duet Duo Kribo yang menjadi produk marketing pada era jadul 1980-an, jangan-jangan Zein Kribo ini juga produk marketing politik era zaman now. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.