NURSULTAN-KEMPALAN: Pasukan militer koalisi yang diketuai oleh Rusia yaitu CSTO akan mulai untuk meninggalkan Kazakhstan setelah melakukan misi utama untuk mengembalikan stabilitas di Kazakhstan.
Presiden Kazakhstan yaitu Tokayev sebelumnya meminta CSTO untuk datang ke negaranya yang sedang berada dalam puncak kerusuhan yang ia sebut sebagai serangan teroris yang dibelakangi oleh negara Asing.
Ia kemudian menerima pasukan CSTO yang berjumlah 2030 pasukan serta 250 senjata militer untuk menjaga perdamaian serta stabilitas di Kazakhstan.
Pasukan CSTO pertama kali diturunkan di ibukota Kazakhstan yaitu Nursultan dengan misi melindungi pemerintahan yang ada karena Tokayev mengatakan bahwa ia tidak memercayai pasukan militernya sendiri secara sepenuhnya.
“Misi utama CSTO untuk menjaga perdamaian telah selesai. Dalam waktu dua hari, akan dimulai waktu untuk pasukan militer koalisi tersebut meninggalkan negara kami. Proses meninggalkan Kazakhstan tidak boleh melebih waktu 10 hari” ucap Presiden Tokayev.
Presiden Rusia yaitu Putin juga mengatakan bahwa ia akan menaati permintaan dari presiden Kazakhstan.
Puti mengatakan bahwa pasukan militernya telah menang secara telak untuk melindungi Kazakhstan dari serangan teroris yang dibelakangi oleh negara Asing.
Setelah memberikan pengumuman untuk meminta CSTO meninggalkan negaranya, Presiden Tokayev juga menunjuk Perdana Menteri barunya yaitu Alikhan Smailov yang berdasarkan adanya voting di parlemen tingkat bawah.
Smailov sebelumnya merupakan Deputi Perdana Menteri dari kabinet sebelumnya dan pada saat ini, ia akan menjadi Perdana Menteri baru Kazakhstan.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi