Sementara itu, Wabup Bu Min mengatakan, dibidang pendidikan disabilitas, Pemkab Gresik juga telah memfasilitasi melalui resource centre yang dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Sebagai upaya kami agar Anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa memperoleh pendidikan yang layak, kami juga berencana untuk menambah resource centre di wilayah Gresik Utara, Selatan dan Bawean,” kata Wabup.
Bu Min juga mengatakan, keberadaan sanggar Al-Ikhlas ini juga dinilai membantu Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memfasilitasi anak disabilitas untuk tetap bisa memperoleh pendidikan yang layak. Wabup melanjutkan, menurutnya keterbatasan tidak menghalangi untuk berprestasi.
Wabup mengungkapkan bahwa telah ditemukan inovasi pembelajaran Al-Qur’an bagi disabilitas dengan metode amakasa yang berhasil dikembangkan salah satu guru di Gresik dan diakui oleh Kementerian Agama untuk dapat diterapkan di seluruh Indonesia. Dan metode ini juga pernah menghantarkan salah satu siswa disabilitas menorehkan prestasi di event MTQ beberapa waktu yang lalu.
“Saya berharap sanggar ini juga nantinya menggunakan metode tersebut,” tutur Wabup.
Bu Min berharap, keberadaan sanggar dan sekolah terapi anak-anak disabilitas di Desa Madumulyorejo ini dpaat terus berkembang dan bermanfaat bagi anak-anak yang berada di wilayah sekitar desa tersebut sehingga tidak sampai menempuh jarak yang jauh untuk tetap bisa sekolah. (Ambari Taufiq)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi