SURABAYA-KEMPALAN: Di balik prestasi yang telah ditoreh cabang olahraga (cabor) bola voli, mulai dari ajang Kejurprov/Kejurda usia dini, Yunior, Porprov, dan event nasional, PBVSI Kota Surabaya selalu menyumbangkan atletnya. Bahkan di event yang bersifat internasional.
Namun, siapa sangka kalau PBVSI Kota Surabaya selama ini mengalami kesulitan mencari tempat untuk latihan.
Edy Swasono selaku Sekretaris Umum Pengkot PBVSI Kota Surabaya mengatakan, sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Timur, Surabaya tidak mempunyai gedung olahraga yang bisa dipakai untuk latihan bola voli.
Sehingga, untuk persiapan menghadapi suatu kejuaraan, atlet bola voli Kota Surabaya harus menyewa dengan biaya cukup besar.
“Semua biaya sewa lapangan itu ditanggung sendiri oleh PBVSI, tidak ada fasilitas dari Pemkot Surabaya,” kata Edy Swasono.
Selain itu, lanjut Edy, Surabaya selama ini tidak pernah menjadi tuan rumah untuk ajang kejuaraan bola voli. Ini tentunya sangat ironi dibandingkan prestasi yang diraih atlet bola voli Surabaya.
Edy Swasono menerangkan bahwa Pengkot PBVSI Kota Surabaya sebenarnya telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Wali Kota Surabaya agar menyediakan fasilitas gedung olahraga (GOR) untuk tempat latihan dan kejuaraan bola voli tingkat daerah maupun nasional, tapi sampai saat ini hanya dijanjikan.
Dulu, kata Edy, Gelanggang Remaja di Jalan Bogen katanya akan direnovasi untuk latihan bola voli. Namun, setelah direnovasi ternyata tetap tidak bisa digunakan dengan berbagai macam alasan.
Demikian pula…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi