Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 21:18 WIB
Surabaya
--°C

Sempat Lesu Akibat Banjir Bandang, Kini Pariwisata Kota Batu Mulai Ramai

BATU-KEMPALAN: Akibat banjir bandang yang terjadi pada awal November 2021, dunia pariwisata Kota Batu sempat lesu. Namun, sekarang mulai ramai kembali. Banyak wisatawan domestik yang datang untuk menikmati sejumlah kawasan wisata di kota ini. Bahkan, beberapa hotel terlihat dipenuhi tamu yang menginap.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengakui kondisi tersebut. Menurut dia, beredarnya video dan informasi di media sosial yang menampilkan gambar mengerikan tentang banjir bandang, sempat membuat sektor pariwisata lesu. Beberapa wisatawan membatalkan niatnya ke Kota Batu karena menganggap seluruh kota porak poranda akibat banjir bandang.

Padahal, kata Dewanti, faktanya tidak demikian. Tidak ada satu pun tempat wisata yang terdampak banjir bandang tersebut. Banjir bandang hanya melewati sungai kering yang hanya dialiri air saat musim hujan. Lalu, Pemkot Batu melakukan gerak cepat untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

“Saat ini, kondisinya dalam masa pemulihan. Tempat wisata mulai pulih, banyak dikunjungi wisata dari berbagai daerah,” kata Dewanti Rumpoko saat audensi dengan Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang dipimpin Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Jatim M Ali Kuncoro di Balai Kota Among Tani Pemkot Batu, Sabtu (20/11).

Hadir dalam audensi tersebut Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu. Keduanya juga memberikan keterangan seputar penanganan banjir bandang di Kota Batu.

Dewanti Rumpoko menjelaskan, banjir bandang melanda beberapa desa di Kota Batu dan memakan 7 korban jiwa serta mengakibatkan kerugian materiil seperti kerusakan rumah, lahan pertanian dan alat transportasi. Namun, secara fisik tidak ada sektor pariwisata yang terdampak banjir bandang.

“Banjir kemungkinan terjadi karena memang ada pengalih fungsian lahan, namun kita akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan udara. Ada daerah yang tidak terjangkau manusia antara lain Gunung Pucung dan Pucuk Lading yang membutuhkan perhatian. Di puncak gunung tersebut, banyak tanaman yang telah rusak karena diduga kebakaran hutan lereng Gunung Arjuna beberapa waktu lalu,” papar Dewanti.

BACA JUGA  POLRESTA SIDOARJO BERPELUANG SANDINGKAN GELAR JUARA

Dia tak memungkiri, Kota Batu saat ini memang tengah mengalami dua musibah, yaitu pandemi dan banjir bandang. Jelang libur Natal dan Tahun Baru, dia mengimbau para pelaku usaha jasa pariwisata tidak bereuforia.

Dewanti juga melarang pengusaha pariwisata di Kota Batu menggelar event atau pertunjukan musik di malam Tahun Baru. Apalagi mendatangkan artis ibu kota.

“”Untuk sementara kita harus tirakat, harus puasa. Jadi, hanya boleh acara bersama keluarga, makan bersama keluarga. Untuk event atau musik, apalagi mengundang artis ibu kota, itu belum dibolehkan,” tegasnya.

Sebab, menurut dia, apapun pihaknya harus mentaati peraturan yang diberikan pemerintah pusat. Sebab, itu sesuai PPKM level 3 yang akan diterapkan pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat, melindungi warga dari kekhawatiran terjadinya peningkatan Covid-19. “Mudah-mudahan semua tidak terjadi. Kami akan mengikuti dan taat semua perintah dari pusat,” katanya.

“Yang jelas existing hari ini pandemi berangsur melandai. Walaupun demikian, kami tetap waspada agar tidak ada peningkatan,” tegas Dewanti.

Sementara Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menerangkan, sebelum bencana itu terjadi, pada 27 Oktober 2021 Wali Kota Batu telah melaksanakan apel siaga bencana. BMKG Kelas II Malang juga telah memberikan arahan tingkat curah hujan serta tingkat ancaman banjir tertinggi di Desa Bulukerto, Bumiaji. Termasuk potensi fenomena La Nina.

Kabiro Adpim Setdaprov Jatim M.Ali Kuncoro menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Sabtu (20/11).

Dari pemetaan tersebut, Pemkot Batu membuat analisis bencana. “Dari Kalaksa BPBD berdasarkan peta risiko Kota Batu ada beberapa yang berisiko tinggi. Beberapa desa diprediksi tinggi, sedangkan Bumiaji masuk risiko sedang,” ungkapnya.

Namun, pada 4 November 2021 terjadi banjir bandang yang tak disangka. Curah hujan sangat tinggi dengan durasi kurang lebih 3 jam. Air sungai di Desa Sumberbrantas pun meluap.

Lokasi terdampak yaitu Desa Sidomulyo, Desa Bulukerto, Desa Sumberbrantas, Desa Bumiaji, Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo, Desa Giripurno, Kelurahan Temas, Desa Pendem serta beberapa desa maupun kelurahan terdampak.Jaringan air terputus. “Pada saat itu hujan di Kota Batu berlangsung sekitar 3-4 jam,” ucapnya.

BACA JUGA  Tanda NPD Lagi Akting

Pemkot Batu melakukan upaya kaji cepat, pembersihan material banjir bandang, pendataan kebutuhan darurat terkait logistik dan obat-obatan, pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas umum serta normalisasi sepanjang aliran sungai.

“Berikutnya melanjutkan pembersihan material banjir bandang, perbaikan kembali sembilan rumah yang roboh atau rusak berat (huntara) dan assesment kerusakan dan kerugian materiil,” tuturnya.

Dewanti mengungkapkan, saat ini pariwisata di Kota Batu masih dibuka. Mengingat, daerah terdampak banjir bandang tidak ke jalan raya atau tempat wisata. Beberapa ruas jalan yang sempat terendam lumpur dan terputus juga sudah bisa dilalui.

Selain itu, penanganan pariwisata pasca banjir bandang telah dimulai. Mulai 19-22 November 2021 Dinas Pariwisata Pemkot Batu bersama seluruh stakeholder menggelar expo pariwisata di Jatim Park 3. Agenda ini bertujuan untuk mendongkrak pariwisata. Rangkaian kemudian berlanjut pada acara Street Food di Balai Kota Among Tani.

Para tamu maupun wisatawan yang tidur di hotel bisa menikmati makan pagi di Halaman Gedung Balai Kota Among Tani. ‘”Tahun 2019 kemarin kunjungan wisata ke Kota Batu itu hampir 7,6 juta orang. Berikutnya untuk 2020 kemarin turun drastis menjadi 2 juta karena pandemi,” jelasnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Biro Adpim Setdaprov Jatim M Ali Kuncoro mengatakan, Pemprov Jatim dan Kota Batu tengah mendapat dua ancaman besar dan butuh langkah mitigasi progresif, yakni untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 dan ancaman bencana alam hidro meteorologi.

Namun, ia memuji kecepatan Pemkot Batu dalam memulihkan kondusifitas pasca bencana yang menjadi sorotan nasional tersebut. “Kota Batu progressnya luar biasa. Kota Batu survive, bisa bangkit dan kembali bisa produktif,” katanya. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.