Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 19:11 WIB
Surabaya
--°C

Teroris Bajak Laut

Amerika mengklaim diri sebagai kampiun demokrasi dan mendukung pelaksanaan demokrasi di seluruh dunia. Chomsky tidak percaya dengan klaim itu. Menurut Chomsky, Amerika mendukung demokrasi di seluruh dunia selama berkesesuaian dengan kepentingan geopolitiknya.

Amerika tidak akan membiarkan pemilihan demokratis memenangkan rezim yang bakal mengancam dominasi dan hegemoninya. Hasil pemilihan umum di Mesir yang memenangkan Ikhwanul Muslimin dibatalkan. Pun pula pemilihan umum di Palestina yang tidak memperbolehkan Hamas ambil bagian.

Kemenangan partai Islam FIS di Aljazair juga dibatalkan oleh kudeta tentara yang mendapat dukungan Amerika. Operasi yang sama dilakukan Amerika untuk menggulingkan rezim demokratis hasil pemilu di Iran, Guatemala, Chile.

Chomsky adalah seorang profesor linguistik. Dia melihat kebijakan dalam negeri dan luar negeri Amerika dari sudut pandang dekonstruksi bahasa (linguistic deconstruction). Apa yang secara formal dikatakan oleh Amerika didekonstruksikan oleh Chomsky sehingga yang terjadi adalah sebaliknya.

Amerika mengklaim diri sebagai kampiun demokrasi. Tapi, di mata Chomsky Amerika justru dianggap sebagai ‘’failed state’’ atau negara gagal. Umumnya label negara gagal itu menempel pada negara-negara miskin atau negara-negara yang disebut pariah seperti Korea Utara atau Kuba. Tapi, di mata Chomsky justru Amerika adalah contoh negara gagal terbesar di dunia.

Dalam ‘’Failed States: The Abuse of Power and Assault on Democracy’’ (2006) Chomsky mengungkapkan sejumlah fakta yang mendukung pendapatnya bahwa Amerika adalah negara gagal. Dua poin utama yang disorot Chomsky adalah penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan serangan terhadap demokrasi (assault on democracy).

BACA JUGA  FIKK Unesa Gandeng Shanghai University, Akselerasi Sport Science Kelas Dunia

Program keamanan dalam negeri ‘’homeland security’’ yang menjadi andalan Amerika, oleh Chomsky diplesetkan menjadi ‘’homeland insecurity’’ ketidakamanan dalam negeri. Rakyat Amerika semakin merasa tidak aman karena ditakut-takuti oleh ancaman teror yang dibesar-besarkan.

Rakyat Amerika merasa tidak aman karena kebijakan pemerintah yang sangat dikuasai oleh konspirasi partai politik dan oligarki pengusaha. Industri layanan kesehatan, yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sampai sekarang tetap dikuasai oleh swasta sehingga menyebabkan asuransi kesehatan mahal dan tidak terjangkau oleh kalangan bawah.

Kalau demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat, maka menurut Chomsky Amerika bukan negara demokrasi. Amerika sudah dibajak oleh elite korporasi dan oligarki yang sangat berpengaruh terhadap berbagai kebijakan publik.

Chomsky menyebut Amerika sebagai negara gagal karena tidak berhasil memberi rasa aman kepada warga negaranya dari ancaman teror, dan tidak adanya jaminan bagi terlaksananya hak-hak demokrasi warga negara. Amerika menjadi negara gagal karena institusi demokrasi tidak berjalan dengan semestinya karena sudah dibajak oleh kepentingan oligarki bisnis dan politik.

BACA JUGA  Melintas Batas Negara, Mengukir Prestasi: Ceila Wajah Baru Diplomat Bisnis Indonesia di Malaysia

Perang melawan teror menjadi momok yang menakutkan warga. Ketakutan massal sengaja diciptakan untuk melegitimasi pengeluaran anggaran belanja militer yang besar atas nama perang melawan teror di seluruh dunia. Rasa ketakutan sudah menjadi industri yang menghasilkan putaran uang besar dalam industry-military complex yang sangat menguntungkan industri senjata Amerika.

Atas nama perang melawan teror pemerintah boleh merusak hak asasi dan hak demokratis warga di seluruh dunia. Amerika melakukan penangkapan terduga teroris tanpa prosedur hukum yang demokratis. Penyekapan dan penganiayaan dilakukan terhadap para terduga teroris yang belum terbukti kesalahannya. Penyiksaan di penjara Guantanamo dan Ghraib dilakukan secara sistematis dan rahasia. Dua pusat penyekapan itu secara sengaja ditempatkan di luar wilayah Amerika untuk mendapatkan alibi.

Pola-pola penanganan teror Amerika ini menjadi ‘’text book’’ yang diterapkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Amerika melakukan pelatihan terhadap pasukan khusus anti-teror seperti Densus 88. Amerika juga memberikan bantuan keuangan besar untuk menunjang operasi anti teror di seluruh dunia.

Perang melawan teror di seluruh dunia sekarang ini adalah cermin dari perang bajak laut melawan Sang Kaisar. Ada Kaisar Besar di Amerika, dan ada Kaisar Kecil disini. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.