Fukuyama mengutip kisah mengenai pedagang sayur di Tunis bernama Mohamed Bouaazizi. Pada Desember 2010 Bouazizi terkena razia satpol PP. Gerobak sayur dan alat penimbang elektronik sederhana miliknya disita satpol PP perempuan bernama Faida Hamdi. Ketika Bouazizi memprotes ia dimaki-maki di depan umum dan mukanya diludahi.
Pedagang sayur itu merasa sangat terhina. Apalagi yang meludahi adalah seorang wanita. Dalam masyarakat patrimonial Timur Tengah dipermalukan seorang wanita adalah penghancuran harga diri yang tak tertanggungkan.
Keesokan harinya Bouazizi mendatangi kantor gubernur untuk meminta kembali gerobak dan alat timbangnya. Dia tidak dilayani dengan baik dan bahkan diusir keluar. Di depan pintu kantor gubernur Bouazizi sudah menyiapkan bensin. Ia menguyur tubuhnya dan membakar diri.
‘’Anda ingin saya mencari nafkah dengan cara bagaimana?’’ Teriak Bouazizi ketika api sudah melalap seluruh tubuhnya. Gambar Bouazizi yang terbakar menyebar ke seluruh negeri dan memicui demonstrasi dan kerusuhan luas. Tidak sampai sebulan Zein Al Abidine bin Ali, pemimpin otoriter Tunisia, mengundurkan diri.
Aksi Bouazizi kemudian memicu gerakan luas di banyak negara Timur Tengah, dan melahirkan gerakan ‘’The Arab Spring’’ atau Musim Semi Arab yang menjatuhkan banyak pemerintahan diktatorial di Mesir, Libia, dan Syria.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi