Menu

Mode Gelap

Kempalandok · 26 Okt 2021 05:36 WIB ·

Khofifah Berharap Jepang Kerjasama dengan RSUD dr. Soetomo


					Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Dubes Jepang untuk Indonesia Y.M Kanasugi Kenji di
Gedung Negara Grahadi, Senin (25/10) malam. Perbesar

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Dubes Jepang untuk Indonesia Y.M Kanasugi Kenji di Gedung Negara Grahadi, Senin (25/10) malam.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Y.M Kanasugi Kenji di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (25/10) malam.

Dalam pertemuan ini keduanya membahas hubungan bilateral antara Jepang dengan Jawa Timur.
“Hubungan bilateral Jawa Timur dengan Jepang kan cukup lama. Kalau untuk tujuan ekspor, Jepang adalah yang terbesar kedua setelah Amerika. Dan investasi di Indonesia termasuk di Jawa Timur tetap bisa bertumbuh,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai pertemuan dengan Y.M Kanasugi Kenji.

Menurut Khofifah, dalam pertemuan tersebut ia juga menyampaikan bahwa pada Januari 2021 masih masuk investasi yang cukup besar dari Jepang ke Jawa Timur.

Kanasugi Kenji sendiri, kata Khofifah, menyampaikan bahwa pihaknya meminta supaya para pengusaha, investor dari Jepang yang berinvestasi di Jawa Timur tetap membangun komunikasi yang sudah terjalin baik.

Khofifah menyebut bahwa secara khusus ada dua perusahaan di Jawa Timur yang 100 persen investornya dari Jepang, yaitu PT. Jatim Autocomp Indonesia (JAI) dan PT. Surabaya Autocomp Indonesia (SAI). Dua perusahaan ini telah didatangi dan karyawannya disupport Pemprov Jatim untuk vaksinasi.

“Karena dua perusahaan ini yang menurut catatan dari Kementerian Perindustrian IOM-nya sangat disiplin,” ungkap Khofifah.

Dua mengungkapkan bahwa cukup banyak perusahaan yang tidak mengikuti standarisasi Kementerian Perindustrian pada saat Covid-19 kemarin. Misalnya soal pelaporan kondisi perusahaan seminggu dua kali, kemudian seminggu sekali.

Namun, dua perusahaan ini masuk kategori yang disiplin, tepat waktu dalam memberikan laporan kondisi perusahaannya saat Covid-19 kemarin. Terutama saat terjadi lonjakan eksponensial.

“Nah, kalau ingin mendapatkan ruang segera beroperasi 100 persen kan salah satunya vaksinasi untuk karyawannya. Kemarin kita koordinasi dengan SPSI dan serikat buruh yang lain, jadi mereka yang menentukan. Salah satu yang mereka tentukan itu adalah JAI, kemudian ada SAI. Dan saya datang saat proses vaksinasi berlangsung,” aku Khofifah.

Untuk itu, Kanasugi Kenji menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Jatim pada perusahaan-perusahaan yang owner-nya adalah investor dari Jepang.

Tidak hanya sektor ekonomi. Dalam pertemuan tersebut Khofifah juga berharap agar kerjasama pendidikan antara Jawa Timur dan Jepang juga bisa dilanjutkan pada 2022.

“Terakhir waktu itu 2019, kemudian 2020 Covid, 2021 Covid, jadi 2022 saya mohon untuk bisa melanjutkan student exchange antara Jawa Timur dengan Jepang,” harapnya.

Kemudian, lanjut Khofifah, secara khusus dia juga minta ada kerjasama lebih intensif dengan RSUD dr. Soetomo.

Menurutnya, Jepang memang sudah melakukan kerjasama cukup intensif dengan ITS maupun dengan Unair. Tetapi ia menginginkan dengan RSUD dr.
Soetomo karena teknologi kedokteran Jepang sangat edvance di bidang tertentu, terutama syaraf.

“Dan RSUD dr. Soetomo ini referensi bagi rumah sakit di Indonesia Bagian Timur. Jadi memang menyiapkan tenaga-tenaga lebih advance lebih banyak di RSUD dr. Soetomo menjadi penting bagi Jawa Timur,” ujar gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

Sementara itu, Dubes Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji mengatakan, hari ini ia datang ke Jawa Timur sebagai kunjungan resmi yang pertama.

Menurutnya, ada 165 perusahaan Jepang dan lebih dari 630 warga Jepang yang ada di Indonesia beraktivitas ekonomi untuk meningkatkan hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Jepang.

Dikatakan, dalam pertemuan dengan Gubernur Khofifah pihaknya bertukar pendapat bagaimana hubungan itu bisa diperkuat. “Saya juga menyampaikan kepada Gubernur Khofifah untuk terus mendengar suara-suara dari perusahaan Jepang yang ada di Indonesia,” kata Kanasugi Kenji. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Vaksinasi Dosis Pertama  Jatim  Tembus 71%, Khofifah: Terima Kasih Sinergi Forkopimda dan Masyarakat

3 Desember 2021 - 12:25 WIB

Polresta Sidoarjo Gelar Vaksinasi Bersama Penyanyi Lara Silvy Plus Bonus Sembako

2 Desember 2021 - 06:02 WIB

Agusdono, Anggota DPRD Jatim: Waspada! Varian Baru Omicorn Masuk Indonesia

30 November 2021 - 12:55 WIB

Cara Jitu Amankan Pilkades Prasung, Kapolresta Sidoarjo Buka Layanan Vaksinasi Gratis di Lokasi

29 November 2021 - 06:09 WIB

Kejar Target Nasional 70 Persen, Sidoarjo Tingkatkan Capaian Vaksinasi

27 November 2021 - 14:57 WIB

Varian Baru Covid-19 Merebak di Afrika, Ketua DPD RI Minta Segera Tutup Pintu untuk Negara Teridentifikasi

27 November 2021 - 13:39 WIB

Trending di Kempalandok