WASHINGTON D.C-KEMPALAN: AS selalu mencoba untuk menunjukkan dirinya sebagai sebuah negara yang mampu untuk mengurusi segalanya dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Pada saat ini, pandemi COVID-19 yang diperkirakan telah membunuh 4,9 Juta orang di seluruh dunia dalam waktu kurang dari dua tahun. Pada saat ini, secara total, AS telah mengirimkan 200 Juta dosis vaksin COVID-19 ke seluruh dunia.
“AS sejauh ini sudah menjadi pemimpin dari upaya vaksinasi secara global dan semua dosis yang dikirimkan oleh AS akan menyelamatkan nyawa manusia serta membantu menghentikan penyebaran COVID-19” ucap Sarah Swinehart yag merupakan Direktur Senior Komunikasi dari ONE Campaign, salah satu NGO yang bergerak di bidang anti-kemiskinan.
“Ketika vaksin tidak dikirimkan, maka pandemi tidak akan selesai. Hanya 16 persen dosis yang diberikan oleh negara G-7 yang sudah dikirimkan. Negara-negara maju harus membantu lebih banyak dan memberikan tambahan dosis kepada negara-negara yang membutuhkan” ucap tambahnya.
Namun, meskipun jumlah dosis yang dikirimkan telah meningkat secara drastis, nyatanya banyak juga kritik terhadap tindakan AS. Kritiknya adalah bahwa dosis vaksin tersebut bisa digunakan sebagai “booster” kepada orang yang menjadi garda terdepan di AS.
Menanggapi hal tersebut, pihak AS mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan dan hal yang benar karena AS bisa melindungi dirinya sendiri dengan vaksin yang ada sekaligus membantu dan memberikan dosis vaksin ke seluruh dunia.
(Chosun, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi