Jenderal Napoleon melakukan tindakan smackdown terhadap Muhammad Kace, yang sama-sama berada di rumah tahanan Bareskrim Polri. Akibat smackdown itu wajah Muhammad Kace lebam-lebam dan matanya bengkak. Adegan smackdown ala Napoleon masih ditambah lagi dengan adegan plus, yaitu melumuri wajah dan tubuh Kace dengan kotoran manusia.
Adegan tambahan itu pasti disensor kalau ditampilkan di acara Smackdown. Jenderal Napoleon pun akhirnya harus mempertanggungjawabkannya secara hukum, karena smackdown-nya dianggap sebagai penganiayaan. Jenderal Napoleon mengatakan ia siap mempertanggungjawabkan smackdown-nya itu.
Sama dengan jargon polisi, Napoleon mengatakan bahwa ia melakukan smackdown itu sebagai tindakan yang terukur. Napoleon tidak menyebutkan bahwa dia melakukannya secara profesional. Tetapi, dari foto yang dirilis media yang mempertontonkan kondisi Muhammad Kace pasca smackdown, terlihat bahwa Napoleon melakukannya secara ‘’profesional’’.
Smackdown ala Napoleon memantik reaksi pro dan kontra. Ada yang mengritik karena dianggap main hakim sendiri, tanpa menunggu hakim yang sesungguhnya. Pernyataan resmi dari polisi mengatakan bahwa Napoleon masih merasa seperti komandan di dalam tahanan, sehingga dia merasa harus selalu ditaati perintahnya.
Napoleon sudah membuat pernyataan tertulis yang disiarkan secara luas kepada publik. Napoleon mengatakan bahwa tindakan terukur itu dilakukan karena dia merasa terusik oleh tindakan Muhammad Kace yang menghina agama. ‘’Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak Allah-ku, Alquran, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur, apapun, kepada siapa saja yang berani melakukannya,’’ tulis Napoleon dalam surat terbukanya.
Tindakan terukur itu…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi