Senin, 22 Juni 2026, pukul : 07:25 WIB
Surabaya
--°C

Menghadirkan Sosok Teladan Pada Anak

Anak adalah lembaran kertas putih, ada saat dimana dia tak mampu mendeskripsikan apapun kecuali meniru apa yang dilihatnya dikeseharian, dan orang tua adalah figur-figur yang paling sering ditemuinya.

Bukankah orang tua adalah sosok guru pertama yang ditemui anak, sebelum nanti dimasa sekolah.

Maka, para Guru di Sekolah pun hendaknya mampu menjadi sosok orang tua dan sahabat yang menginspirasi bahwa menjadi baik itu mudah dan menyenangkan.

Orangtua dan Guru, harus mampu menggambarkan pada anak bahwa kesuksesan dan keselamatan itu pada kecintaan dan mendekat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala melaui perberbuatan baik dan mencintai sesama. Seperti pesan Luqman yang termuat dalam Al-Qur’an:

يٰبُنَيَّ اِنَّهَآ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

“(Luqman berkata), Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.” (Q.S Luqman, Ayat 16).

Kehadiran teknologi, melalui gadget, tidak boleh merampas peran Orangtua dan Guru, dan lalu menghadirkan di benak anak banyak sosok yang bukan saja tidak jelas, bahkan meracuni agama dan merusak Aqidah anak.

Anak yang saya ceritakan di atas, bahkan tak mampu menemukan figur yang lebih mampu tuk diingat, diteladani dan menyayanginya, selain ‘figur Abah’.

Padahal berbilang tahun tak lagi dihadapannya, begitulah betapa figur teladan, terus menginspirasinya, seakan sosok itu selalu hadir di sisinya dan membisikkan apa-apa yang boleh dan seharusnya dilakukan.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Abah boleh jadi tak pernah pergi jauh meninggalkannya, karena begitu melekat dan membekas apa yang diajarkan atau diteladankannya dengan bahasa yang amat mudah dan indah untuk diingat dan difahaminya.

Ummi tak bisa dibilang lebih ringan tugasnya, dia faham betul figur yang dicintai anaknya, namun telah hilang dari hadapan anaknya, tetap harus hadir diingatan anaknya.

Ungkapan Ummi bahwa si anak sangat berbakat seperti Abah, seakan ingin memotivasi, bahwa si anak tetap mampu menemukan kebaikan dan kehebatan sosok abah dalam hidupnya, memberi energi positif, saling mendukung dan memberi semangat kebaikan, niscaya anak in syaa Allah akan tumbuh dewasa dengan penuh percaya diri, dan menularkan semangat yang sama pada sahabat dan lingkungan sekitar. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.