Selanjutnya, jika orang tersebut bertanya perihal siapa yang memberitahu padamu perihal perbuatan yang ia lakukan, maka seyogyanya tidak menjawabnya. Karena hal itu khawatir menimbulkan permusuhan di antaranya. Tidak cukup sampai disitu, jika nasihat mu diterima dengan baik oleh orang tersebut, maka cukup pujilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bersyukur pada-Nya. Namun jika tidak, maka kembalikan nasihat tersebut kepada diri kita sendiri. Bukan kecewa atau malah marah kepadanya. Karena sejatinya agama adalah nasihat.
Dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad Daari Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya:
“Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa ?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi umat Islam umumnya.”
Semoga dengan niat baik itu Allah Subhana Wa Ta’ala senantiasa memberikan kelancaran dalam segala urusan kita… Keberkahan serta diluaskan rezeki kita… Dan Dijaga dari segala mara bahaya…
Semoga kesehatan dan keberkahan tetap dilimpahkan kepada kita semua serta senantiasa menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur dan memiliki hati yang terbaik, bersih dan ikhlas dalam berbuat Kebaikan serta Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima taubat dan memberikan ampunan atas dosa-dosa kita… Aamiin Yaa Robbal Aalamiin (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi