Uni Eropa-Kempalan: Menurut Utusan Uni Eropa untuk Rusia yaitu Markus Ederer, pemerintah Rusia beberapa kali menunda adanya inspeksi oleh regulator obat-obatan Uni Eropa terkait persetujuan vaksin Sputnik.
Rusia beberapa kali mengkritisi Uni Eropa karena tidak segera diberikan ijin untuk menggunakan vaksin Sputnik, namun menurut utusan Uni Eropa ke Rusia, mereka telah diberikan waktu tambahan namun tidak digunakan dengan baik.
“Pihak Rusia telah beberapa kali menunda waktu inspeksi yang diminta oleh EMA (Euroepan Medicines Agency). Akibat tindakan tersebut, proses yang ada (Untuk menyetujui) menjadi tertunda” ucap Ederer, melansir dari NYTimes.
Vaksin buatan Rusia yaitu Sputnik V telah disetujui dan digunakan di total lebih dari 70 negara ketika melihat dari data yang diberikan oleh pihak Rusia. Namun, Sputnik V masih belum disetujui oleh regulasi Uni Eropa dan WHO yang kemudian membuat banyak warga Rusia atapun warga asing yang mendapatkan Sputnik V sulit untuk berpergian ke negara-negara Uni Eropa dan AS.
Ederer memastikan bahwa terlambatnya proses tersebut tidak lebih dari sekedar permasalahan teknis, bukan permasalahan politik.
“Keterlambatan tersebut merupakan kesalahan bersifat teknis, bukan kesalahan politik. Politik tidak ada kaitannya dalam hal ini. Ketika pihak Rusia mengatakan bahwa prosesnya diperlambat dan dipersulit oleh pihak Uni Eropa, saya pikir mereka berkata kepada dirinya sendiri karena mereka yang membuat hal ini bersifat politik” ucap Ederer.
Pihak Kementerian Keseahatan Rusia mengatakan dalam pernyataannya bahwa Uni Eropa telah menerima semua dokumen yang dibutuhkan pada akhir September. Kemudian Pihak EMA dapat melakukan kunjungan secara resmi pada bulan Desember.
(NYTimes, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi