Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 23:51 WIB
Surabaya
--°C

Awal Manis Gulat Jatim di Arena PON XX Papua

Gulat Jatim di Arena PON XX Papua

MERAUKE-KEMPALAN: Awal manis tim Gulat Jawa Timur yang langsung mendulang dua medali emas dipertandingan perdana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua di GOR Futsal Dispora, Merauke, Jumat 8 Oktober 2021.

Dua medali emas itu disita dari kelas 50 kilogram (Kg) putri dan 53 Kg putri.

Sejak babak penyisihan hingga partai final pegulat Jatim mulus tanpa rintangan berarti. Seluruh pertandingan berhasil dimenangkan oleh Shintia Eka yang turun di kelas 50 Kg dan Candra Marimar yang turun di kelas 53 Kg.

Di babak final, Shintia Eka yang memang ditarget emas berhasil mengalahkan pegulat nasional. Shintia memaksa pegulat asal Kalimantan Timur Anissa Safitria bertekuk lutut dan menyerah dengan skor telak 10-0 dan harus puas dengan medali perak.

Shintia Eka saat final gulat PON XX Papua

Sedangkan medali perunggu milik Elvi Siska Suryani dari Sumatera Barat.

Sukses Shintia Eka jga diikuti pegulat Jatim lainnya Candra Miramar atlet yang tak masuk hitungan ini justru membuat kejutan dengan meninabobokkan pegulat kelas nasional asal Jawa Barat, Eka Setiawati. Tak tanggung-tangung pegulat Jawa Barat itu di bekuk dengan skor telak 10-0.

Eka pun harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu di bawa pulang Dewi Ulfah asal Kalimantan Timur.

Kepala Pelatih Gulat Jatim, Rachman mengaku cukup terkejut pada hasil yang ditorehkan dua anak asuhnya. Sebab, hanya kelas Shintia Eka yang ditarget untuk mendapat medali emas.

Candra Marimar memenangkan Partai final gulat putri PON XX Papua

“Kalau atas nama shintia memang target emas, yang Candra gak target karena Pra-PON gak main. Dia tim sparing gantikan pemain puslatda dan hasilnya memuaskan,” ungkap Rachman usai pertandingan.

Ia mengaku, Candra baru masuk sekitar bulan Desember 2020 lalu. Awalnya, Candra hanya untuk pendamping sparing atlet puslatda ternyata selama sparing ia bisa mengalahkan atlet atas nama Iin dalam beberapa kali kesempatan. Padahal, Iin merupakan peraih perunggu di Pra-PON, sedangkan Candra benar-benar baru.

“Akhirnya kita sepakat untuk menggantikan posisi Iin. Sampai sekarang gak rugi menggantikan, ternyata Candra bisa emas. Kalau Iin kemarin Pra-PON dapatnya perunggu,” aku pria yang berprofesi sebagai guru itu.

Lebih mengejutkan lagi, Candra berhasil mengalahkan atlet-atlet yang lebih berpengalaman. Terutama dua atlet nasional atas nama, Eka Setiawati dari Jabar dan Dewi Ulfah dari Kalimantan Timur.

Walau berhasil memborong dua emas di pertandingan pembuka, Rachman mengaku, masih akan berjuang untuk memboyong lebih banyak medali emas.(Ambari Taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.