Gerindra Jatim Kehilangan Putra Terbaik

waktu baca 2 menit
Duka mendalam Gerindra Jatim atas meninggalnya Wakil Walikota Mojokerto Rizal Zakaria.

KEMPALANInalilahi Wainnailaihi Rojiun, Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria meninggal dunia, Jumat sore, 8 Oktober 2021.

Kabar duka ini, diumumkan melalui akun media Instagram @humaskotamojokerto.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak H. Achmad Rizal Zakaria, Wakil Wali kota Mojokerto pada hari Jum’at pukul 16.15 WIB tanggal 8 Oktober 2021 di RS dr. Soewandhie, Surabaya,” tulis unggahan Humas Kota Mojokerto.

“Untuk selanjutnya, jenazah akan dibawa ke kediaman Pulorejo, Kota Mojokerto,” sambung keterangan unggahan.

Kabar duka itu mendapat ucapan belasungkawa dari Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad.

“Keluarga Besar Gerindra kehilangan putra terbaiknya, H Rizal Zakaria, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mojokerto yang juga wakil walikota Mojokerto, hari ini menghembuskan nafas terakhirnya,” tulis Anwar Sadad dikutip dalam akun Twitternya, Jumat petang.

Dalam unggahannya, Anwar Sadad mengenang sosok almarhum sebagai figur kader ideal. Berikut kesan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur ini:

Pak Rizal adalah figur kader ideal. Pekerja keras, tak banyak bicara. Hal itu dibuktikan dengan torehan prestasi dalam Pilkada tahun 2018 dan Pemilu 2019 lalu.

Saya mengenal beliau sebagai figur yang ramah. Santun. Hal itu nampak saat acara-acara partai beliau menunjukkan loyalitasnya dan tidak pernah neko-neko.

Koordinasi penyiapan kader dan beberapa agenda konsolidasi yang diadakan oleh DPD Partai Gerindra Jatim di Kota Mojokerto berjalan dengan baik, dan beliau aktif luar biasa dan mensupport dengan baik.

Karena itu, ketika sore ini mendapat kabar kepergian beliau dari Sdr. Hidayat, saya sangat merasa kehilangan. Lalu terbayang masa-masa ngobrol bersama pengurus lainnya. Beberapa kali ke Kota Mojokerto saya dijamu di RM Anda yang kesohor itu.

Mengobrol dengan Pak Rizal tak melulu soal partai, tapi juga soal pengalaman hidup beliau yang panjang, dan kegigihannya mengarungi suka duka kehidupan. Sebagai orang yang lebih muda dari beliau, saya banyak belajar.

Dari lubuk hati terdalam saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkannya. Takdir tak bisa dihindari. Yakinlah rencana Tuhan pasti lebih baik dari rencana manusia. Tuhan sedang menyusun skenario terbaik untuk Pak Rizal”. (ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *