KEMPALAN: Saat Facebook, WhatsApp dan Instagram down. Menjadi berkah bagi platform Telegram.
Setidaknya, Pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan, sejumlah pengguna Telegram di Amerika mungkin mengalami sedikit lag karena ada 70 juta pengguna baru yang sedang mendaftar Telegram pada waktu yang bersamaan, pada hari Senin saat Facebook sedang down.
“Tingkat pertumbuhan harian Telegram melebihi biasanya, dan kami menerima lebih dari 70 juta orang pengguna baru yang berasal dari platform lain dalam satu hari. Saya bangga dengan tim kami yang dapat menangani pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Telegram terus bekerja dengan sempurna untuk sebagian besar pengguna kami. Beberapa pengguna di Amerika mengalami lag karena jutaan pengguna pengguna baru mendaftar di Telefram di waktu yang sama,” terang Durov di saluran Telegramnya.
Durov juga menambahkan, “Saya meminta pengguna lama kami untuk menyapa pengguna-pengguna baru, dan membantu mereka untuk mengetahui fitur yang ada di Telegram. Pastikan mereka tetap bertahan dan mengapa Telegram lebih unggul dari platform yang lain,”.
Sebelumnya, Telegram telah melihat gelombang pengguna dari seluruh dunia ketika WhatsApp memiliki kebijakan privasi baru yang membuat para penggunanya di seluruh dunia marah.
Bahkan menurut Sensor Tower, pengguna Telegram naik besar-besaran hingga hampir 161 juta.
Ketua antitrust Uni Eropa Margrethe Vestager mengatakan, kalau pemadaman yang terjadi pada Facebook menunjukan dampak ketika menggunakan beberapa pemain besar saja dan menggarisbawahi kalau perlu lebih banyak saingan.
Rusia juga mengatakan kalau insiden itu menunjukan kalau bahwa Moskow benar tentang perlunya mengembangkan platform internet dan jejaring sosialnya sendiri.
Selain itu, efek pemadaman WhatsApp pada hari Senin malam itu telah memukul perdagangan aset dari Cryptocurrency ke minyak Rusia, kata pelaku pasar. (IndianExpress, Ihsan Arief)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi