JAYAPURA-KEMPALAN: Para atlet Jatim yang berhasil merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua langsung diganjar bonus mentas. Untuk perorangan niliainya Rp 30 juta. Sedang beregu nilainya bervariasi, tergantung jumlah pemain.
Selain bonus mentas itu, para atlet peraih medali juga dijanjikan akan mendapat bonus yang nilainya masih belum disebutkan.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bonus tersebut akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022. Sehingga, ia menegaskan masih belum bisa menyampaikan lebih detail.
“Nanti yang tetkait dengan medali, Insya Allah kita akan lakukan di APBD 2022. Jadi saya belum bisa menyampaikan, tetapi kami sudah melakukan exercise,” kata Khofifah, Minggu (3/10).
Menurut Khofifah, bonus para atlet Jatim dianggarkan pada APBD 2022 karena Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2022 akan segera dibahas di DPRD Jatim.
“Jadi yang sekarang ini bonus mentas. Artinya di lapangan. Tapi nanti bonus medali, apresiasi dari mereka yang sudah berjuang luar biasa, itu Insya Allah kita sampaikan di APBD 2022,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.
Sementara itu, terkait bonus mentas yang diberikan Pemprov Jatim, Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Erlangga Satriagung menyebut bahwa bonus tersebut akan diberikan kepada para atlet yang meraih medali emas. Nilainya Rp 30 juta.
“Bonus mentas Rp 30 juta itu untuk yang perorangan, yang emas perorangan. Kalau dua sampai tiga orang itu Rp 20 juta. Kalau empat sampai enam orang pemainnya itu 15 juta per orang. Kalau yang lebih dari enam, nilainya Rp 10 juta per orang,” terangnya.
Kontingen Jatim sendiri menurunkan 544 atlet dan ditargetkan meraup 136 medali emas sekaligus tampil senagai juara umum di PON XXl/2021 Papua yang berlangsung sejak 23 September-15 Oktober 2021. (Dwi Arifin)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi