Sepanjang musim ini, Marquez tak pernah sekalipun mencicipi pole position. Termasuk saat dia mampu memenangi GP Jerman di Sachsenring, 20 Juni lalu. Ketika itu, justru pembalap Pramac Racing Johan Zarco jadi yang tercepat.
Marquez merasa aneh ketika dia kembali melaju di “rumahnya” itu. ’’Saya bahkan tidak mengira ketika melihat lap time ternyata saya pembalap terkencang,’’ ungkap Marquez yang sudah duduk di motor Honda RC213V selama sembilan tahun itu.
’’Feeling-ku di atas motor sampai caraku mengendalikan motor sebenarnya tidak membuatku nyaman. Di satu sisi, tentu saja saya senang dengan hasilnya. Tapi tidak dengan performa motor dan feelingku,’’ lanjut pembalap berjuluk El tro de Cervera (Si Semut dari Cervera) itu.

Feeling itu yang harus dia atasi andaikan ingin start di posisi terdepan dalam balapan Minggu. Terutama menempati satu grid di depan dua pembalap yang tengah memanaskan persaingan perebutan gelar juara MotoGP musim ini, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) dan Francesco “Pecco” Bagnaia dari tim Ducati Lenovo Team.
Keduanya masing-masing finis di posisi ketiga dan keenam dalam FP2. Quartararo pun terpaut 0,202 detik dari Marquez. Sedangkan Pecco bahkan harus terpisah sampai 0,499 detik dari sang juara dunia enam kali itu. Setidaknya mereka harus tahu, bahwa COTA adalah rumah Marquez. (MotoGP, Yunita Mega Pratiwi)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi