Begitulah memang seharusnya, sebagai seorang Muslim, antara satu pekerjaan dengan pekerjaan hanya ada jeda waktu sejenak, lalu kita tak berhenti, apalagi meninggalkan satu pekerjaan sebelum pekerjaan itu selesai atau sengaja tak diselesaikan.
Terharu sekaligus membanggakan membaca rangkaian acara Perpisahan 57 Pegawai KPK, Kamis 30 September, apalagi membaca pidato Bambang Widjojanto, “Tak ada kesedihan, karena kami pemilik masa depan, bukan masa lalu. Tak ada rasa takut dan sedih, karena pilihan ini adalah jalan kemuliaan.”
Inilah yang membedakan mereka dengan ‘para pejuang kepentingan’, mereka bahkan berjanji, apa yang akan mereka terus perjuangkan adalah ‘utang kami kepada rakyat Indonesia’.
Karena hutang wajib dibayar, maka dibenak mereka, berjuang menuntaskan Indonesia yang bebas korupsi adalah usaha keras agar mereka terbebas dari hutang.
Seakan mereka terinspirasi setelah membaca:
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah menyatakan,
إذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وإذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك
“Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari).
Next: Apakah utang mereka…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi