London-KEMPALAN: Dengan adanya permasalahan beberapa lalu silam yang menimpa Britania Raya karena semakin langkanya CO2 yang diakibatkan oleh semakin mahalnya harga gas dan minyak, telah terjadi kelangkaan makanan terlebih lagi daging dan makanan beku di Britania Raya.
CO2 sangat penting karena digunakan dalam semua industri makanan dan minuman. Ketika CO2 menjadi semakin langka karena semisal harga gas yang semakin naik, industri yang ada akan mengalami ancaman.
Dengan adanya permasalahan tersebut, Boris Johnson, Perdana Menteri Britania Raya mengatakan bahwa dirinya tidak percaya bahwa rakyanya akan mengalami kelangkaan makanan dibalik semakin banyaknya laporan supermarket yang semakin kosong.
Boris memberitahukan kepada pihak BBC bahwa sedikit mustahil bagi semua warga Britania Raya akan kesulitan mendapatkan akses makanan karena tingginya gaji yang telah naik selama se dekade silam. Ia juga mengatakan bahwa permasalahan ini hanyalah sementara saja karena terganggunya rantai pasok industri karena harga gas yang semakin mahal. Ketika pemerintah akan mengintervensi harga, maka semuanya akan berjalan normal seperti biasanya.
Kemudian juga berkaitan dengan ucapannya terkait gaji, kepala divisi statistik dari BBC menyatakan bahwa perkataan Boris Johnson sedikit tidak tepat.
Memang benar bahwa gaji telah meningkat drastis dibanding dengan se dekade silam, tapi harga rumah, makanan dan harga lainnya juga mengalami peningkatakan secara drastis. Ia juga mengatakan bahwa terlebih lagi dengan adanya pandemi, gaji warga Britania Raya sedang dalam posisi terendah dalam satu dekade lamanya.
(BBC, Muhamad Nurilham)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi