Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 04:50 WIB
Surabaya
--°C

Webinar Dewan Pendidikan Jatim: Meski Ada Kendala, Jawa Timur Provinsi Paling Siap Menjalankan PTM

SURABAYA-KEMPALAN: Pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka ( PTM) yang dimulai tanggal 31 Agustus 2021 mendapatkan respon positif dari Dewan Pendidikan Jatim melalui webinar yang diselenggarakan Rabu, 7 September 2021. Webinar ini dihadiri secara virtual oleh para guru, kepala sekolah dan pejabat pejabat Pendidikan di kabupaten kota yang ada di Jawa Timur.

Webinar yang diikuti oleh sekitar 400-an peserta ini dibuka oleh Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof Akh Muzakki dan menghadirkan nara sumber, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr. Ir, Wahid Wahyudi, MT, Prof Djoko Saryono, Guru Besar Universitas Negeri Malang dan Penasehat Dewan Pendidikan Jatim serta M. Isa Ansori, Anggota Dewan Pendidikan Jatim yang juga dosen di STT Malang serta Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim.

Dalam sambutannya, Akhmad Muzakky memaparkan pentingnya melakukan upaya upaya perbaikan dalam pelaksanaan PTM di Jawa Timur.

“Kita berharap dari evaluasi ini, kita bisa mendapatkan model yang ideal dalam menjalankan PTM di sekolah sekolah di Jatim”, papar Akhmad Muzakky.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi memaparkan implementasi kebijakan PTM terbatas Masa Pandemi dengan data data lapangan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Wahid Wahyudi, dari jumlah guru SMA dan SMK dan PKLK yang berjumlah 101.846 guru, 88. 48 % sudah melaksanakan vaksinasi 1 dan 77.74 % sudah menjalankan vaksinasi 2.

“Kita akan terus berusaha meningkatkan capaian vaksinasi kepada guru dan siswa agar pelaksanaan PTM bisa berjalan dengan baik, aman dan nyaman “, Ungkap Wahid Wahyudi.

“Dalam menjalankan PTM sesuai dengan instruksi Mendagri No 38 dan 39 tahun 2021, Jawa Timur merupakan Propinsi yang paling siap, karena sebelum adanya instruksi Mendagri ini, Jawa Timur sudah berulangkali mengadakan uji coba PTM di beberapa kabupaten kota di Jawa Timur sesuai dengan syarat protokol kesehatan”, Lanjut Wahid Wahyudi, Kadiknas Jawa Timur.

“Do’akan kita akan terus bisa berusaha meningkatan layanan pendidikan di Jawa Timur dengan baik”, Harap Kadiknas Jatim.

Melengkapi apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Isa Ansori memaparkan urgensi pelaksanaan PTM di Jawa Timur. Berdasarkan data yang disampaikan, Isa menyoroti hal hal yang berada diluar kontrol sekolah dan Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam pelaksanaan PTM.

Salah satu hal yang disampaikan yang menjadi variabel pengganggu PTM di sekolah adalah masih adanya anak anak SMA dan SMK yang menjalankan PTM ketika berangkat dari rumah menuju tidak terlalu ketat menjalankan proses selama perjalanan menuju sekolah, mereka berboncengan kesekolah dengan temannya dengan prokes yang longgar.

Untuk mengatasi itu, isa menyarankan agar pelaksanaan prokes disekolah dilaksanakan secara ketat agar bisa mengantisipasi kelonggaran prokes yang ada diluar sekolah.

Hal lain yang disampaikan oleh isa adalah mengajak semua stakeholder untuk merubah cara pandangnya terhadap sekolah, sekolah bukanlah tempat yang bisa distigma sebagai tempat yang berpotensi sebagai penyebaran pandemi, justru sekolah akan membantu pemerintah dalam mengatasi penyebaran pandemi, sekolah adalah tempat yang tertib, tempat mendidik anak anak dan ada guru yang melakukan kontrol terhadap anak anak.

Djoko Saryono, sebagai pembicara ke tiga, menyampaikan pentingnya beradaptasi dalam situasi seperti sekarang ini. Dunia pendidikan hampir selama dua tahun mengalami goncangan, menurutnya, saatnya dunia pendidikan kita melakukan beberapa penyesuaian proses dan model belajar. Pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online melalui digital, bukankah sesuatu yang harus dipertentangkan, keduanya saling melengkapi.

” Kita butuh pemimpin yang mempunyai ketegasan di situasi seperti ini, apa yang dilakukan oleh Pak Kadiknas Jatim dengan memadukan model pembelajaran dua cara “Hybrid Learning” merupakan contoh ketegasan”, Ungkap Djoko Saryono

Di akhir paparannya Kadiknas Jatim berharap banyak dari webinar ini ada banyak masukan untuk perbaikan pelaksanaan PTM di Jatim.

“Saya berharap webinar ini akan ada banyak masukan dan saran yang kami dapatkan untuk kesempurnaan pendidikan di Jatim”, Harap Wahid Wahyudi, Kadiknas Jatim. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.